Kasubdit Pembinaan Karakter Bangsa Kesbangpol Kabupaten Mimika, Lodefikus Kaize. (FOTO: YUDIT/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Sebanyak 92 aparatur sipil negara (ASN) dari 46 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Mimika mengikuti pembinaan kesadaran bela negara yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika.

Kegiatan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) ini mengangkat tema “Pengabdian Profesi ASN sebagai Wujud Keikutsertaan Bela Negara”.

Pembinaan tersebut bertujuan menanamkan pemahaman bahwa bela negara bagi ASN tidak semata-mata berkaitan dengan mengangkat senjata, tetapi juga diwujudkan melalui profesionalisme, kedisiplinan, dan pelayanan prima kepada masyarakat.

Kasubdit Pembinaan Karakter Bangsa Kesbangpol, Lodefikus Kaize, mengatakan ASN memiliki peran penting dalam mewujudkan bela negara melalui pelaksanaan tugas dan tanggung jawab secara profesional.

“Bagi profesi ASN, kesadaran bela negara bukan berarti mengangkat senjata, melainkan bagaimana kita bisa meningkatkan profesionalitas dan kedisiplinan dalam melayani masyarakat. Pelayanan prima itu harus diutamakan,” ujar Lodefikus.

Sebanyak 46 OPD masing-masing mengirimkan dua perwakilan sehingga total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 92 orang. Materi pembinaan disampaikan oleh narasumber dari Kodim 1710 Mimika dan Polres Mimika.

Melalui pembinaan ini, para ASN diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai bela negara dalam lingkungan kerja maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Lodefikus juga menekankan pentingnya peran ASN dalam menjaga suasana yang kondusif di tengah masyarakat. ASN diharapkan tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks, tidak terlibat dalam ujaran kebencian, serta menolak paham radikalisme.

Selain itu, ASN diminta menjaga netralitas dan menjadikan Pancasila serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai landasan dalam menjalankan tugas.

“Kami berharap para peserta bisa menjadi pribadi yang memberikan kesejukan bagi masyarakat, tidak terlibat dalam hoaks, ujaran kebencian, dan radikalisme, serta bersikap netral berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia,” tutup Lodefikus.

Kesbangpol Mimika berharap para peserta dapat menerapkan hasil pembinaan di OPD masing-masing untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pihak Kesbangpol juga akan memantau penerapan nilai-nilai yang telah disampaikan dalam kegiatan tersebut. (*)

Penulis: Yudit Sanggu
Editor: Maurits