KONFERENSI PERS — Kepala Teknik Tambang PT Freeport Indonesia Carl Tauran bersama Ketua Panitia IFRC 2026 Periyadi dan Koordinator Juri Perwakilan PERTAPINDO Wiyono Winarno saat menyampaikan keterangan pers terkait penyelenggaraan IFRC 2026 di Timika, Rabu (21/10/2026). (FOTO: GREN/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi tuan rumah 8th Indonesian Fire Rescue Competition (IFRC) 2026 yang akan berlangsung di Timika dan Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 23–31 Oktober 2026.

Ajang yang diselenggarakan Perhimpunan Tanggap Darurat di Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (PERTAPINDO) bersama PTFI dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mempertemukan tim Emergency Response Team (ERT) dari berbagai perusahaan industri dan pertambangan di Indonesia.

Mengusung tema “Tumbuh Bersama Papua, Berkarya untuk Indonesia”, kompetisi ini bertujuan meningkatkan kompetensi personel penyelamat, mengevaluasi kesiapsiagaan tim, serta memperkuat penerapan standar keselamatan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

Kepala Teknik Tambang PTFI, Carl Tauran, mengatakan perusahaan bangga kembali dipercaya menjadi tuan rumah IFRC. PTFI tercatat menjadi tuan rumah untuk ketiga kalinya setelah penyelenggaraan pada 1996 dan 2005.

“Bagi kami, kegiatan ini merupakan ajang untuk berbagi praktik terbaik dalam penanganan keadaan darurat di sektor pertambangan dan energi,” ujar Carl saat konferensi pers di Kuala Kencana, Rabu (21/10/2026).

Menurut Carl, keselamatan merupakan prinsip utama dalam operasional perusahaan. Karena itu, kesiapsiagaan tim tanggap darurat menjadi fondasi penting untuk memastikan kegiatan operasional berjalan aman.

Ia berharap IFRC 2026 tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga memperkuat sinergi ant perusahaan pertambangan dalam menghadapi tantangan penyelamatan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi.

PTFI juga berupaya menjadikan penyelenggaraan IFRC sebagai kesempatan untuk memperkenalkan lingkungan operasional perusahaan sekaligus mempromosikan kebudayaan masyarakat setempat, khususnya suku Kamoro dan Amungme.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah peresmian patung Kamoro pada Minggu (25/10/2026), disertai kegiatan budaya.

Delapan Kategori Kompetisi

Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi, mengatakan persiapan penyelenggaraan telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Berbagai fasilitas dan lokasi pertandingan disiapkan untuk mendukung delapan kategori perlombaan.

Kompetisi akan berlangsung di sejumlah lokasi, antara lain Fireground Kuala Kencana, Mimika Sport Complex (MSC), gedung serbaguna Kuala Kencana, dan Danau Mile Point 28 (MP28).

Delapan kategori yang dipertandingkan meliputi Firefighter Competency Test (FCT) dan Individual Skills (IDS), Road Accident Rescue (RAR), Confined Space Rescue (CSR), High Angle Rescue (HAR), Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR), Structural Fire Fighting (SFF), Underwater Rescue and Recovery (UWRR), serta Firefighter Combat Challenge (FCC).

Setiap kategori menguji keterampilan berbeda, mulai dari kemampuan dasar petugas pemadam kebakaran, penyelamatan korban kecelakaan kendaraan, evakuasi di ruang terbatas dan ketinggian, pencarian korban di reruntuhan, pemadaman kebakaran bangunan, hingga penyelamatan di bawah air.

Sementara itu, Firefighter Combat Challenge menguji ketahanan fisik, kecepatan, dan kemampuan peserta melalui serangkaian rintangan yang merepresentasikan tugas pemadam kebakaran.

Kompetisi dijadwalkan diawali dengan FCT dan IDS pada 25 Oktober di gedung serbaguna Kuala Kencana.

Perlombaan RAR, CSR, dan HAR berlangsung pada 26–27 Oktober, disusul CSSR dan SFF pada 28–29 Oktober. Kategori UWRR dijadwalkan berlangsung di Danau MP28, sedangkan FCC digelar di MSC pada 30 Oktober.

Pembukaan resmi IFRC 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober pukul 18.00 WIT di MSC.

Adapun penutupan akan digelar di lokasi yang sama pada 31 Oktober pukul 18.00 WIT.

Berdasarkan data panitia, terdapat dua tim tuan rumah, yakni PTFI Amungme Team dan PTFI Kamoro Team, serta 15 peserta dari berbagai perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia.

Sasar 10 Sekolah dan Libatkan UMKM Lokal

Selain kompetisi utama, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung yang melibatkan masyarakat Mimika.

Salah satunya program Safety Goes to School yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Oktober 2026 dengan menyasar 10 sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 1.000 siswa.

Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan dasar-dasar keselamatan, penanganan keadaan darurat, serta pentingnya membangun budaya keselamatan sejak usia sekolah.

Panitia juga menyiapkan program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal pada 26–29 Oktober 2026.

Melalui kegiatan tersebut, penyelenggaraan IFRC diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi peningkatan kompetensi tim penyelamat, tetapi juga membuka ruang keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Evaluasi Kesiapsiagaan Tim

Sementara itu, Koordinator Juri IFRC dari perwakilan PERTAPINDO, Wiyono Winarno, mengatakan kompetisi penyelamatan tidak semata-mata bertujuan menentukan tim terbaik.

Ajang ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kemampuan personel, efektivitas tindakan, serta penerapan keselamatan dalam setiap operasi.

Menurut Wiyono, keberhasilan penyelamatan tidak cukup diukur dari kemampuan mengevakuasi korban. Seluruh proses harus dilakukan secara efektif dan tetap mengutamakan keselamatan korban maupun petugas.

“Ujian yang sesungguhnya ada di lapangan. Kompetisi ini menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi tim agar tidak hanya mampu melakukan penyelamatan, tetapi juga bekerja secara efisien dan mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi, perubahan personel, serta perbedaan prosedur dan peralatan membuat kompetensi tim tanggap darurat perlu terus diperbarui.

Karena itu, IFRC 2026 juga akan memperkenalkan pendekatan dan teknologi penyelamatan yang lebih modern, termasuk penggunaan virtual reality dalam salah satu skenario pelatihan serta teknologi untuk membantu pencarian korban.

Metode pencarian manual tetap diperkenalkan sebagai bagian dari penguasaan teknik penyelamatan.

PERTAPINDO juga menghadirkan juri internasional dengan pengalaman dari berbagai wilayah untuk memperkaya perspektif penilaian dan mendorong pertukaran pengetahuan antartim.

Wiyono menambahkan, penyelenggaraan IFRC yang sebelumnya berlangsung setiap tahun kini menjadi dua tahunan sejak 2024. Perubahan tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengembangkan pelatihan internal dan kompetisi di tingkat regional.

“Melalui penyelenggaraan IFRC 2026, peningkatan kompetensi diharapkan tidak berhenti pada arena pertandingan, tetapi diterapkan dalam operasi sehari-hari, sehingga kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat di sektor pertambangan dan energi semakin kuat,” pungkasnya. (via)