PENILAIAN — Tim penilai foto bersama kader Posyandu Trans Suaka Mandiri (TSM) di Kampung Karya Kencana, Distrik Kuala Kencana, saat mengikuti penilaian Lomba Posyandu tingkat Kabupaten Mimika, Papua Tengah. (FOTO:YUDITH/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Posyandu Trans Suaka Mandiri (TSM) di Kampung Karya Kencana, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengikuti penilaian Lomba Posyandu tingkat Kabupaten Mimika.
Posyandu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Karang Senang tersebut menjadi salah satu peserta dalam penilaian yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika bersama sejumlah unsur lintas sektor.
Kepala Puskesmas Karang Senang, Mariana Sombodatu, mengatakan keikutsertaan Posyandu TSM dalam lomba tersebut menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi para kader untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurut Mariana, semangat para kader menjadi salah satu kekuatan dalam menjalankan pelayanan posyandu.
Para kader tidak hanya aktif saat kegiatan posyandu, tetapi juga melakukan kunjungan ke rumah warga.
“Melihat semangat mama-mama kader kami yang luar biasa melayani, melihat waktu tanpa pernah mengeluh capek. Mereka sungguh setia,” ujarnya.
Ia mengatakan para kader juga aktif mendampingi masyarakat melalui kunjungan rumah, termasuk memantau bayi yang tidak hadir dalam pelayanan posyandu serta ibu hamil.
“Baik itu di posyandu, kunjungan-kunjungan rumah, mengunjungi bayi-bayi yang tidak hadir, ibu hamil, dan juga bersama dengan petugas dalam pelayanan-pelayanan lainnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas pada Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Carolina Heatubun, mengatakan penilaian lomba posyandu tidak semata-mata bertujuan menentukan pemenang.
Menurut Carolina, kegiatan tersebut menjadi sarana evaluasi sekaligus motivasi bagi kader dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan posyandu.
“Penilaian ini tidak hanya sekadar kami nilai, tetapi menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan di posyandu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sejumlah aspek menjadi perhatian dalam penilaian, termasuk kualitas pelayanan, akurasi data, pencatatan, pelaporan, serta kapasitas kader.
Carolina menegaskan, kader tidak hanya dituntut mampu memberikan pelayanan, tetapi juga harus memastikan seluruh kegiatan tercatat dan dilaporkan dengan baik.
“Kita tidak hanya melayani, tetapi kita wajib untuk mencatat dan melaporkan,” tambahnya.
Menurut Carolina, hasil penilaian juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui aspek yang sudah berjalan baik maupun yang masih perlu diperbaiki.
“Kami harapkan kader-kader yang ada di TSM ini menjadi kader yang mandiri, yang pintar-pintar dan menjadi contoh untuk posyandu lainnya,” ujarnya.
Ia juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan posyandu terus diperkuat. Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat kader memberikan pelayanan, tetapi juga mampu menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
“Diharapkan dapat menggerakkan masyarakat sehingga mereka bisa memanfaatkan posyandu yang ada. Semua siklus hidup dapat terlayani,” tuturnya.
Carolina mengatakan peningkatan kualitas pelayanan posyandu membutuhkan dukungan lintas sektor.
Karena itu, dalam penilaian tersebut Dinas Kesehatan melibatkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Adat.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat semakin memperkuat peran kader dan keberlanjutan pelayanan posyandu di tengah masyarakat.
“Kami harapkan kolaborasi lintas sektor ini dapat memberikan semangat untuk ibu-ibu kader agar dapat meningkatkan lagi pelayanan di posyandu,” katanya.
Carolina menambahkan, pelayanan posyandu harus dilaksanakan secara rutin dengan perencanaan yang jelas agar kebutuhan kesehatan masyarakat dapat terlayani secara optimal.
Ia berharap hasil penilaian Posyandu TSM menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk meningkatkan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di Kampung Karya Kencana dan Distrik Kuala Kencana.
“Kalau sudah bagus, ini lebih ditingkatkan lagi. Kalau ada hal-hal yang menjadi catatan, itu yang harus diperbaiki,” pungkasnya. (*)


























Tinggalkan Balasan