FOTO BERSAMA – Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran berfoto bersama personel saat mengunjungi Mako Brimob Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah, Rabu (15/7/2026). (FOTO: IST/TIMEX)
JAYAPURA, timikaexpress.id – Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah operasi di Tanah Papua.
Selain mengevaluasi pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026, kunjungan ini juga menitikberatkan pada kesiapan personel serta pentingnya menjaga kesehatan selama bertugas di daerah operasi.
Dalam kunjungan tersebut, Astamaops Kapolri didampingi Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, Danpas Brimob III, serta sejumlah pejabat utama Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole.
Rangkaian kunjungan diawali dengan menerima paparan mengenai perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), evaluasi pelaksanaan operasi, hingga berbagai program pembinaan masyarakat yang telah dijalankan di wilayah penugasan.
Selain itu, Astamaops Kapolri juga berdialog dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan warga setempat.
Menurutnya, menjaga stabilitas keamanan di Papua tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus dibangun melalui komunikasi dan pendekatan yang humanis.
“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, memastikan situasi kamtibmas tetap terjaga, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat. Papua memiliki karakteristik dan kearifan lokal yang sangat kuat sehingga pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan dialog, penghormatan terhadap budaya, dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Dalam arahannya kepada personel, Komjen Fadil Imran memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan anggota yang bertugas di wilayah operasi, terutama ancaman penyakit malaria yang masih menjadi salah satu risiko terbesar di Papua.
Ia meminta seluruh personel disiplin menjalankan langkah-langkah pencegahan, mulai dari mengonsumsi obat antimalaria, menggunakan kelambu, hingga menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Ancaman terbesar di wilayah operasi bukan hanya gangguan keamanan, tetapi juga penyakit malaria. Saya minta seluruh personel disiplin menjaga kesehatan, mematuhi langkah-langkah pencegahan, dan para komandan melakukan pengawasan secara melekat,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari tercapainya sasaran tugas, tetapi juga dari kemampuan seluruh personel menyelesaikan penugasan dalam kondisi sehat dan selamat.
Astamaops Kapolri juga menginstruksikan agar setiap pos operasi memperkuat perlindungan personel, dukungan logistik, pelayanan kesehatan, serta fungsi komando dan pengendalian.
Sinergi dengan TNI dan seluruh pemangku kepentingan juga diminta terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengatakan kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, pendekatan humanis, penguatan sinergi, serta perhatian terhadap kesehatan personel akan terus menjadi pedoman dalam pelaksanaan operasi di lapangan.
Melalui kunjungan ini, Polri menegaskan komitmennya menjaga keamanan di Papua dengan mengedepankan pendekatan yang profesional, humanis, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan setiap personel memperoleh perlindungan kesehatan yang memadai selama menjalankan tugas. (via)















Tinggalkan Balasan