KAPOLDA PAPUA TENGAH – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama di tengah situasi keamanan yang dinamis. Polda Papua Tengah terus mengedepankan patroli humanis dan sosialisasi langsung kepada warga untuk meminimalkan risiko di wilayah rawan konflik. (Foto: Gren/TimeX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama di tengah situasi keamanan yang masih dinamis di sejumlah wilayah Papua Tengah.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya konflik, tetapi juga keterbatasan akses informasi yang membuat sebagian warga belum menerima imbauan keamanan secara tepat waktu.

Kapolda menjelaskan, jajaran Polda Papua Tengah bersama pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah pencegahan, termasuk mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar menghindari kawasan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Namun, di lapangan masih ditemukan warga yang menjadi korban karena informasi tersebut belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pedalaman.

“Masih ada masyarakat yang belum melek teknologi sehingga tidak dapat mengakses informasi melalui internet maupun media sosial, termasuk grup WhatsApp,” ujar Brigjen Pol. Jermias Rontini.

Menurutnya, kondisi tersebut masih banyak ditemui di sejumlah daerah seperti Intan Jaya, Ilaga, Mulia, Deiyai, dan Dogiyai, yang sebagian masyarakatnya memiliki keterbatasan akses terhadap jaringan komunikasi maupun perangkat teknologi.

Karena itu, Polda Papua Tengah terus mengedepankan pendekatan humanis dengan mengintensifkan patroli serta sosialisasi secara langsung kepada masyarakat.

Personel kepolisian tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga hadir memberikan edukasi, mengingatkan warga agar menjauhi daerah rawan, sekaligus menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Bagi kami, setiap nyawa warga sangat berharga. Polisi akan terus turun langsung ke masyarakat dan mengingatkan secara berkelanjutan agar menghindari wilayah-wilayah yang rawan konflik,” tegasnya.

Kapolda berharap sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar penyampaian informasi dapat menjangkau hingga pelosok, sehingga potensi jatuhnya korban sipil dapat diminimalkan.

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan setiap warga merasa terlindungi, dihargai, dan memperoleh informasi yang dibutuhkan demi keselamatan bersama. (via)