BAGIKAN MASKER – Sejumlah pemuda membagikan masker gratis kepada pengendara dan warga di persimpangan lampu merah di Timika, Sabtu (10/10/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah kabut asap yang menyelimuti Mimika. (FOTO: YESON WENDA/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Di tengah kabut asap yang semakin pekat dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pemuda di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, turun ke jalan membagikan lebih dari 2.100 masker gratis kepada masyarakat, Sabtu (10/10/2026).
Aksi spontanitas bertajuk “Warga Bantu Warga” ini menjadi bentuk kepedulian para pemuda terhadap kesehatan masyarakat yang beraktivitas di tengah kondisi kabut asap.
Pembagian masker dilakukan di tiga persimpangan lampu merah di Timika, yakni Hasanuddin–Budi Utomo, Bank Papua–Belibis, serta Diana–Jalan Cenderawasih. Para pemuda menyasar pengendara dan warga yang melintas di lokasi tersebut.
Forecaster BMKG Mozes Kilangin Mimika, Dwi Christanto, sebelumnya mengatakan kabut asap yang terjadi di Mimika diduga berkaitan dengan keberadaan titik panas di wilayah Papua Selatan, khususnya Merauke. Dampak kondisi tersebut turut dirasakan hingga ke Mimika.
Koordinator aksi, Dekthon Noris Mote, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari inisiatif sejumlah pemuda yang prihatin melihat kondisi kabut asap. Setelah mengamati situasi selama sepekan terakhir, mereka memutuskan bergerak membantu masyarakat.
“Pembagian masker yang dilakukan hari ini merupakan spontanitas dan inisiatif kami. Selama satu minggu terakhir kami melihat dan mengamati apakah ada pergerakan dari OKP, organisasi kemahasiswaan maupun gerakan pemuda lainnya, tetapi belum ada. Karena itu, kami berinisiatif untuk bergerak membantu masyarakat,” ujar Dekthon.
Menurutnya, persiapan aksi dilakukan secara singkat, sekitar dua hingga empat jam sebelum kegiatan dimulai. Para pemuda saling menghubungi dan menggalang dukungan dari masyarakat yang bersedia berpartisipasi.
Dukungan datang dari sejumlah donatur, baik melalui sumbangan uang maupun pembelian masker secara langsung untuk dibagikan kepada warga. Dari penggalangan tersebut, terkumpul dana sekitar Rp1.450.000.
Dana itu digunakan untuk membeli 41 paket masker jenis one ply. Berdasarkan jumlah masker dalam setiap paket, lebih dari 2.100 masker berhasil disiapkan dan dibagikan kepada masyarakat di tiga titik tersebut.
Dekthon berharap aksi sederhana itu dapat mendorong lebih banyak pihak untuk mengambil bagian dalam upaya mengurangi dampak kabut asap di Mimika. Ia mengajak pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan organisasi kemahasiswaan untuk turut melakukan langkah mitigasi yang lebih luas.
“Kami berharap pemerintah maupun organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan dapat ikut bergerak melakukan mitigasi secara lebih luas. Aksi ini hanya spontanitas dan sebagai pengingat agar semua pihak bisa ikut peduli,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta aksi, Oyang Yanubi, mengatakan masyarakat menyambut baik pembagian masker tersebut. Warga yang menerima masker menunjukkan antusiasme dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian para pemuda.
Ia berharap gerakan tersebut tidak hanya membantu masyarakat menghadapi kondisi kabut asap, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kesehatan dan memperkuat semangat gotong royong.
“Harapannya kegiatan ini bisa menjadi ajakan bagi masyarakat untuk mulai mandiri menjaga kesehatan. Kalau bantuan dari pemerintah masih membutuhkan waktu, setidaknya kita bisa saling membantu dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan,” ujarnya. (*)









Tinggalkan Balasan