Forecaster BMKG Timika, Muhammad Dava Alfian. (FOTO: SELVY/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Timika dalam dua hari terakhir membantu mengurangi kabut asap kiriman dari wilayah Papua Selatan.
Kondisi ini membuat jarak pandang di Bandara Mozes Kilangin kembali normal, berkisar 7 hingga 10 kilometer.
“Untuk kabut asap di Timika per hari ini sudah mulai berkurang. Jarak pandang di Bandara Mozes Kilangin sudah berada pada kondisi normal, sekitar 7 sampai 10 kilometer,” ujar Forecaster BMKG Timika, Muhammad Dava Alfian, saat ditemui di Timika, Senin (2/11/2026).
Dava menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti wilayah Timika sejak Agustus hingga Oktober 2026 merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua Selatan.
Kondisi tersebut sempat menyebabkan kualitas udara di Timika masuk kategori sangat tidak sehat.
Meski mulai membaik, BMKG belum dapat memastikan kapan dampak asap sepenuhnya berakhir.
Hal ini bergantung pada perkembangan karhutla di Papua Selatan serta kondisi arah angin yang berpotensi membawa asap menuju Timika.
Berdasarkan pemantauan BMKG pada 1–2 November, tidak ditemukan titik panas (hotspot) di wilayah Papua Tengah.
Sementara itu, sejumlah titik panas masih terpantau di Papua Selatan, termasuk Merauke dan beberapa kabupaten lainnya.
Menurut Dava, arah angin yang masih cenderung bertiup dari tenggara berpotensi membawa asap menuju Timika apabila kebakaran di wilayah Papua Selatan masih berlangsung dan belum disertai hujan.
“Ketika di sana masih terjadi karhutla, efeknya masih bisa sampai ke kita karena arah anginnya masih cenderung dari tenggara,” jelasnya.
Memasuki periode November hingga Januari, wilayah Timika umumnya mulai mengalami peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Kondisi tersebut juga berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Selain itu, monsun Australia mulai melemah dan secara bertahap berganti dengan monsun Asia yang membawa massa udara lebih basah.
Terkait kondisi cuaca tersebut, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti informasi dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Pada Senin (2/11/2026), BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Distrik Tembagapura, Hoya, dan Kuala Kencana. Kondisi tersebut berpotensi meluas ke Distrik Mimika Baru, Iwaka, Wania, dan Kwamki Narama.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran sembarangan, baik untuk membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah, terutama di kawasan rawan kebakaran.
Jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin. (*)









Tinggalkan Balasan