ARAHAN – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan arahan kepada ASN saat apel pagi gabungan di Halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, SP3. (FOTO: YUDIT/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyatakan kekecewaannya terhadap masih banyaknya aparatur sipil negara (ASN) yang belum serius mengikuti proses profiling dan pemetaan talenta.
Padahal, hasil penilaian tersebut menjadi salah satu dasar penempatan pegawai dalam jabatan melalui sistem manajemen talenta berbasis merit.
“Saya sebenarnya sedikit kecewa dengan Bapak Ibu sekalian. Profiling dan pemetaan kepegawaian yang dilakukan dua tahun terakhir ini ternyata tidak diikuti dengan baik oleh semua pegawai. Ada yang menganggap ini hanya formalitas, ada yang main-main,” ujar Johannes Rettob saat memberikan arahan kepada jajaran ASN.
Bupati mengungkapkan, dari sekitar 3.000 kuota profiling yang disiapkan pada 2026, terdapat sekitar 229 orang yang tidak mengikuti proses tersebut tanpa alasan yang jelas.
Sementara itu, dari total 8.897 ASN di Kabupaten Mimika, terdiri atas 5.038 PNS dan 3.859 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baru 3.194 PNS yang telah mengikuti profiling.
Dengan demikian, masih terdapat 1.844 PNS yang belum mengikuti proses pemetaan tersebut.
Bupati menegaskan, profiling bukan sekadar formalitas administrasi. Hasilnya akan menjadi salah satu dasar untuk menilai kompetensi dan kesesuaian ASN dengan jabatan maupun organisasi perangkat daerah (OPD) tempat mereka bertugas.
“Masih ada 1.844 orang yang belum mengikuti profiling. Kalau tidak ikut, bagaimana kita mau menilai untuk mutasi maupun jabatan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pemerintah sebelumnya memperoleh kuota profiling gratis untuk sekitar 5.000 orang.
Apabila dilakukan secara mandiri, biaya yang harus dikeluarkan diperkirakan mencapai Rp500.000 per orang.
“Yang menjadi penentu nanti bukan saya, bukan Wakil Bupati saja, tetapi Bapak Ibu sendiri melalui hasil profiling,” katanya.
Karena itu, Badan Kepegawaian diminta segera memetakan ASN yang belum mengikuti profiling agar sisa kuota yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain mengikuti profiling, seluruh ASN juga diminta aktif memperbarui data dan mengunggah dokumen pendukung melalui aplikasi MyASN.
Bupati mengimbau pegawai meluangkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit setiap hari untuk melengkapi data kepegawaian.
Dokumen yang perlu diperbarui antara lain SK kinerja, SK jabatan, bukti keikutsertaan dalam tim kerja, sertifikat sosialisasi dan pelatihan, serta penghargaan yang pernah diperoleh. Dokumen tersebut menjadi bagian dari penilaian profil talenta masing-masing ASN.
“Ingat, hasil profiling menentukan Bapak Ibu sekalian cocok di dinas mana. Yang belum mengikuti profiling tidak bisa kita nilai. Ini bukan main-main,” jelasnya.
Kepada seluruh pimpinan OPD, Bupati juga meminta agar setiap kegiatan sosialisasi, konferensi pers, maupun kegiatan daerah dan nasional yang melibatkan ASN disertai penerbitan sertifikat atau bukti keikutsertaan.
Dokumen tersebut selanjutnya harus diunggah ke MyASN sebagai bagian dari rekam jejak pegawai.
Pemkab Mimika dijadwalkan melaksanakan sosialisasi lanjutan terkait penetapan manajemen talenta pada pekan depan. Bupati berharap ASN yang belum mengikuti profiling segera memanfaatkan kesempatan yang tersedia dan melengkapi dokumen kepegawaiannya.
“Manfaatkan MyASN setiap hari. Unggah SK Kinerja, SK Jabatan, sertifikat pelatihan, bukti tim kerja dan penghargaan. Karena semua itu masuk penilaian,” tambahnya.
Melalui penerapan sistem manajemen talenta berbasis merit, Pemkab Mimika berharap penempatan ASN dapat dilakukan berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Mimika. (*)









Tinggalkan Balasan