ARAHAN – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan arahan saat apel pagi gabungan di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, SP3, Senin (2/11/2026). (FOTO: YUDIT/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Bupati Mimika, Johannes Rettob, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempercepat realisasi anggaran menjelang akhir tahun. Hingga awal November 2026, realisasi keuangan daerah baru mencapai 52 persen.

Selain percepatan penyerapan anggaran, seluruh OPD diminta menyiapkan APBD 2027 secara efisien dengan memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Mimika juga segera menerapkan sistem manajemen talenta berbasis merit dalam pengelolaan aparatur sipil negara (ASN).

Arahan tersebut disampaikan Johannes Rettob saat memimpin apel pagi gabungan di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, SP3, Senin (2/11/2026).

“Kita sudah sampai bulan November, satu bulan lagi kita masuk akhir tahun. Tugas kita terlihat sangat berat, terutama percepatan realisasi keuangan yang baru mencapai 52 persen,” ujar John Rettob.

Ia meminta seluruh OPD segera memproses kegiatan yang telah siap dilaksanakan agar penyerapan anggaran dapat berjalan optimal sebelum tutup tahun anggaran.

Terkait APBD Perubahan 2026, Bupati menjelaskan bahwa prosesnya masih dalam tahap evaluasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah. APBD Perubahan belum dapat dilaksanakan secara penuh karena nomor registrasi belum diterbitkan.

Ia berharap nomor registrasi tersebut dapat diterima dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga OPD bisa segera melanjutkan kegiatan.

Penjelasan lebih lanjut mengenai proses tersebut akan disampaikan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bersama Sekretaris Daerah.

Sementara itu, persiapan APBD 2027 mulai dilakukan.

Bappeda diminta mengumpulkan usulan program prioritas yang sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika, terutama program pembangunan yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat.

Bupati juga menyampaikan bahwa kondisi anggaran tahun depan diperkirakan lebih ketat sehingga seluruh OPD harus melakukan efisiensi.

Usulan belanja konsumtif, termasuk sewa kendaraan dan hotel yang tidak mendesak, diminta dikurangi.

Ia mencontohkan, berdasarkan catatan pemerintah, anggaran sewa kendaraan pada tahun sebelumnya mencapai Rp18 miliar.

Karena itu, OPD diminta mengevaluasi belanja internal dan mengalihkannya pada kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita harus efisien untuk APBD 2027. Jangan lagi mengusulkan hal-hal yang hanya untuk kepentingan internal. Ingat catatan kita, sewa mobil saja mencapai Rp18 miliar, sehingga seluruh OPD harus berhenti membuat usulan yang serupa,” tegasnya.

Selain pengelolaan anggaran, Pemkab Mimika juga mempersiapkan penerapan sistem manajemen talenta berbasis merit yang telah direkomendasikan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Bupati berharap surat edaran resmi terkait penerapan sistem tersebut dapat diterima pekan depan. Badan Kepegawaian dan Bagian Hukum diminta segera menyusun Peraturan Bupati sebagai landasan pelaksanaan manajemen talenta, termasuk dalam proses mutasi, promosi, pengangkatan, hingga pemberhentian pejabat.

“Kami juga akan segera menerapkan sistem merit dan manajemen talenta untuk mutasi, promosi, pengangkatan dan pemberhentian jabatan. Badan Kepegawaian dan Bagian Hukum diminta segera menyusun Peraturan Bupati sebagai landasan pelaksanaannya,” jelas John Rettob.

Melalui sejumlah arahan tersebut, Bupati berharap seluruh OPD meningkatkan disiplin dan koordinasi agar realisasi anggaran berjalan tepat waktu, APBD Perubahan segera dilaksanakan, serta APBD 2027 lebih efisien dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Penerapan sistem merit juga diharapkan dapat memperkuat tata kelola ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. (*)

Penulis: Yudit Sanggu
Editor: Maurits SDP