Charles Y. Batlajery (FOTO:GREN/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika menangani 22 kasus pelayaran di laut, penerbangan dan musibah lainnya yang terjadi di Mimika, Asmat dan Kabupaten Kaimana sepanjang 2024.

22 kasus operasi SAR ini tercatat sejak Bulan Januari hingga September 2024.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y. Batlajery kepada Timika eXpress, Sabtu (12/10/2024) mengatakan, dari jumlah operasi SAR tersebut kecelakaan pelayaran di laut.

“Kita mulai operasi SAR sejak 16 Januari 2024, dimana sebuah speedboat berkapasitas 40 PK mengalami musiah di Kampung Fos, Asmat. Dari kecelakaan itu, ada 3 Person On Board (POB) di dalam speedboat tersebut, 2 POB ditemukan selamat, sedangkan 1 POB meninggal dunia,” ujarnya.

Menyusul pada 19 Januari 2024, sebuah longboat terbalik di muara Puriri. Ada 5 orang POB di dalam longboat tersebut dan semuanya ditemukan selamat.

Lanjut Charles, pada Februari 2024 dicatat terjadi 4 kecelakaan laut, yaitu KM. Bayu Sentosa terbakar akibat tersambar petir di perairan Amar, Timika pada 4 Februari 2024.

Dalam insiden itu, terdapat 13 orang POB didalam KM. Bayu Sentosa. Adapun 12 POB ditemukan selamat dan 1 orang dilaporkan hilang.

“Ada lagi longboat double engine terbalik di Muara Omaoga, Timika pada 8 Februari 2024. Dalam peristiwa itu, ada 3 POB di dalam longboat, 1 POB ditemukan selamat dan 2 orang dilaporkan hilang,” ujarnya.

Selain itu, pada 17 Februari 2024 sebuah perahu susun kandas di kelapa satu di Muara Omaoga, Timika.

“Ada 29 orang POB di dalam perahu susun itu dan semuanya ditemukan selamat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ada pula kondisi membahayakan manusia (KMM), yaitu  anggota Panwas Pemilu dilaporkan hilang di kawasan hutan Potowayburu, namun anggota Panwas tersebut ditemukan selamat.

“Juga tercatat sebuah longboat 40 PK mengalami mati mesin di Muara Pomat, Kabupaten Asmat pada 20 Maret 2024. Ada 10 POB di dalam longboat 40 PK dan semuanya ditemukan selamat,” terangnya.

Sedangkan pada April 2024 terjadi 2 kecelakaan laut, yaitu pada 22 April 2024 terjadi KMM, yaitu seorang anak kecil jatuh ke dalam kali di Jalan Pendidikan Timika.

Dalam pencarian itu, anak tersebut ditemukan meninggal dunia. Kecelakaan laut juga menimpa KM MOB ABK Jaya 02 di perairan Timika pada 24 April 2024. Dalam peristiwa tersebut, 1 POB di dalam kapal tersebut dilaporkan hilang hingga saat ini.

Selain itu, pada Mei 2024 tercatat 2 kecelakaan laut, yaitu pada 11 Mei 2024, seorang TKBM dilaporkan jatuh akibat miras dan meninggal dunia di Poumako.

Ada juga dua POB menggunakan sebuah longboat double engine menabrak Mangrove di Utamapare Timika pada 12 Mei 2024. Namun kedua POB tersebut selamat.

“Kalau di Bulan Juni 2024, ada 4 kecelakaan laut, yaitu sebuah longboat mesin 40 PK kehabisan BBM dan terdampar di Pulau Mandais, Kabupaten Kaimana pada 3 Juni 2024. Dalam insiden itu, 16 POB di dalam longboat tersebut, semuanya ditemukan selamat,” ujarnya.

Selanjutnya pada 11 Juni 2024 ada 6 POB mengalami banjir di Iwaka, Timika dan semuanya dilaporkan selamat. Pada 13 Juni 2024, sebuah longboat terbalik di muara Dramai, Kabupaten Kaimana, 8 POB dilaporkan selamat dan 1 orang dilaporkan hilang.

Sementara pada 19 Juni 2024, KM Silvia 01 mengalami mati mesin di perairan Kaimana. Dalam peristiwa tersebut, 5 POB di dalam kapal tersebut selamat.

“Kalau di Bulan Juli tercata ada 4 kecelakaan laut, yaitu sebuah perahu fiber terbalik di Muara Per, Asmat pada 17 Juli 2024. Adapun 6 POB di dalam perahu itu semuanya selamat,” ungkapnya.

Kemudian LCT Cita XX dilaporkan hilang kontak dalam pelayaran dari Timika-Yahukimo pada 20 Juli 2024. Adapun 12 POB dilaporkan hilang hingga saat ini belum diketahui jejaknya. Kemudian 1 POB dilaporkan meninggal dunia saat menjaring ikan di Muara Uwus, Asmat pada 22 Juli 2024.

Selain itu, terdapat 13 POB menggunakan sebuah longboat terbalik di Muara Irwa Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh pada 31 Juli 2024.

“Ada delapan POB ditemukan selamat, 4 ditemukan meninggal dunia dan satu POB dilaporkan hilang,” ujarnya.

Berdasarkan data Bulan Agustus 2024 tercata 1 kecelakaan laut, yaitu KM Syukurilla tenggelam di perairan Amar, Timika pada 8 Agustus 2024.

“14 orang POB ditemukan selamat dan 1 POB dilaporkan hilang,” ungkapanya.

Sementara 2 kecelakaan lagi terjadi di Bulan September 2024, yaitu KMM di Kali Bets Asty, Asmat. Dalam peristiwa tersebut 1 POB dilaporkan meninggal dunia.

Kemudian 1 kecelakaan lagi terjadi pada 13 September 2024, dimana sebuah longboat mengalami mati mesin di Pulau Puriri, namun 1 POB dilaporkan selamat dalam peristiwa tersebut.

“Selama periode Januari hingga September 2024, ada 140 POB mengalami kecelakaan atau musibah di laut, dimana 126 POB ditemukan selamat, 9 ditemukan meninggal dunia, dan 19 POB dilaporkan hilang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya,” pungkasnya. (via)