JENAZAH – Tampak jenazah korban Dinus Kiwak setibanya di rumah duka, Distrik Kwamki Narama, Senin (29/12) (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Konflik antarwarga di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menelan korban jiwa.

Seorang warga dilaporkan meninggal dunia pada Minggu malam, setelah sebelumnya berulang kali menjalani perawatan medis akibat luka panah yang dideritanya.

Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Yusak Sawaki, saat dikonfirmasi Senin (29/12), membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menyebutkan korban bernama Dinus Kiwak, berasal dari kubu Dang (kubu bawah).

“Korban sudah lama terkena panah dan selama ini rutin bolak-balik menjalani pengobatan di rumah sakit. Kemarin sempat dibawa kembali ke RSMM Caritas, namun tadi malam dinyatakan meninggal dunia,” ujar Ipda Yusak Sawaki.

Jenazah korban telah tiba di kampung dan sementara disemayamkan di Rumah Waimum.

Saat ini, pihak keluarga dan masyarakat setempat tengah melakukan prosesi pembakaran jenazah sesuai adat setempat.

Meninggalnya Dinus Kiwak menambah panjang daftar korban jiwa akibat konflik yang telah berlangsung sejak Oktober 2025.

Hingga kini, tercatat tujuh orang meninggal dunia, masing-masing empat orang dari kubu Newagelen (kubu atas) dan tiga orang dari kubu Dang (kubu bawah).

Upaya perdamaian sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah dan aparat keamanan.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, didampingi Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare, bersama Forkopimda Papua Tengah, Forkopimda Kabupaten Puncak, dan Forkopimda Mimika, sebelumnya telah mempertemukan kedua kubu yang bertikai.

Namun, dalam pertemuan tersebut, kedua kubu disebut masih bersikeras melanjutkan konflik, sehingga kesepakatan damai belum tercapai.

Situasi ini menimbulkan keprihatinan mendalam, mengingat konflik yang berkepanjangan terus merenggut nyawa dan menyisakan luka sosial di tengah masyarakat Kwamki Narama.

Aparat keamanan dan pemerintah daerah terus diharapkan mampu menemukan jalan keluar yang bermartabat demi menghentikan pertumpahan darah dan memulihkan kedamaian di wilayah tersebut. (via)