Andai Patiung (FOTO:Mega Irianti/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.id — Pelaksanaan kegiatan PYP Exhibition di Sekolah YPJ Kuala Kencana dalam rangka peringatan Hari Bumi mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Selasa (22/04/2026).

Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Mimika, Andai Patiung, menilai kegiatan tersebut sebagai inovasi pembelajaran yang mampu membekali siswa dengan pengalaman nyata sejak dini, sekaligus memperkuat kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.

“Kegiatan ini sangat luar biasa dan kami dari dinas sangat mengapresiasi. Ini membantu anak-anak mempersiapkan diri untuk terjun langsung ke lapangan, baik setelah menyelesaikan pendidikan maupun saat melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Menurutnya, melalui PYP Exhibition, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih untuk memahami isu secara mendalam serta mampu menjelaskannya dengan baik.

Ia mencontohkan kemampuan siswa dalam memaparkan materi terkait fungsi karbohidrat hingga dampak dan manfaat eceng gondok bagi lingkungan.

“Kita melihat sendiri bagaimana anak-anak mampu menjelaskan. Eceng gondok bisa menyebabkan pendangkalan jika tidak dikelola, tetapi juga memiliki manfaat jika diolah dengan baik. Ini luar biasa untuk tingkat sekolah dasar,” jelasnya.

Andai berharap kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di YPJ, tetapi juga dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Mimika.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Nilai-nilai seperti etika, disiplin, dan penghormatan terhadap guru, menurutnya, harus terus ditanamkan dalam proses pembelajaran.

“Ini menjadi tugas kita bersama, termasuk dinas, untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter siswa,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai kegiatan PYP Exhibition sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan mampu memahami pembelajaran secara kontekstual.

Ke depan, Dinas Pendidikan berencana mendorong pengembangan kegiatan serupa secara lebih luas, termasuk di wilayah pesisir dan pedalaman, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi daerah.

“Di wilayah pesisir misalnya, saat anak-anak ikut orang tua melaut, guru bisa menyesuaikan metode pembelajaran agar tetap berjalan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Mega Irianti
Editor   : Maurits SDP