PERTAMINI — Aktivitas penjualan BBM eceran di Pertamini kawasan Jalan Raya depan Lapangan Jayanti, Timika. (FOTO: YUDIT/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Deretan Pertamini di sepanjang Jalan Raya depan Lapangan Jayanti, Timika, menjadi salah satu pilihan warga untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di tengah sulitnya pasokan dalam beberapa bulan terakhir.
Pertamini yang berdiri di bangunan sederhana di pinggir jalan itu terlihat beroperasi setiap hari sejak pagi hingga malam.
Sejumlah pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat memanfaatkannya untuk mengisi BBM tanpa harus mengantre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Keberadaan penjual BBM eceran tersebut menjadi alternatif bagi warga karena lokasinya mudah dijangkau dan berada di jalur ramai yang dilalui masyarakat.
Sejumlah Pertamini tampak dilengkapi fasilitas pengisian BBM dan melayani pengendara yang berhenti di sisi jalan.
Harga BBM juga dicantumkan sehingga pengendara dapat mengetahui harga sebelum melakukan pengisian.
Salah satu pengendara sepeda motor, Andi, mengatakan keberadaan Pertamini cukup membantu aktivitasnya sehari-hari.
“Sangat memudahkan kami pengguna jalan karena lokasinya tepat di pinggir jalan raya. Harganya juga tertera jelas dan tidak perlu jauh-jauh ke SPBU. Seperti yang kita tahu, beberapa bulan terakhir antrean selalu panjang dan memakan waktu, terutama bagi kami pekerja,” katanya.
Namun, kemudahan mendapatkan BBM melalui Pertamini tidak berarti pedagang terbebas dari persoalan pasokan.
Jatmiko, salah satu pemilik Pertamini sekaligus penjual BBM eceran, mengatakan dirinya kerap mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk dijual kembali.
“Beberapa bulan terakhir ini saya sering alami kesulitan membeli bahan bakar untuk dijual kembali, apalagi sudah ada aturan dari pemerintah terkait pembatasan yang penjualan kepada pengecer,” ujarnya.
Menurut Jatmiko, keterbatasan pasokan tersebut berdampak langsung terhadap pendapatannya.
Penjualan BBM menjadi salah satu sumber penghasilan sehingga ketika pasokan tidak tersedia, pendapatan para pengecer ikut terganggu.
“Kalau tidak dapat BBM untuk kembali dijual ecer, kami susah untuk dapat tambahan penghasilan,” katanya.
Aktivitas Pertamini di kawasan Jalan Yos Sudarso, tepatnya depan Jayanti menggambarkan kebutuhan warga terhadap akses BBM yang praktis dan mudah dijangkau.
Bagi pengendara, keberadaannya menjadi pilihan ketika harus menghadapi antrean panjang di SPBU.
Di sisi lain, aktivitas penjualan BBM eceran juga membutuhkan perhatian terhadap aspek keamanan, kelayakan fasilitas, dan ketertiban usaha.
Hal itu penting mengingat kegiatan pengisian BBM berlangsung di kawasan yang ramai dilalui kendaraan dan masyarakat. (yud)








Tinggalkan Balasan