Kepala DTPHP Mimika, Haris Sudharmono. (FOTO:YUDITH/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika menyiapkan 12 titik sumur bor melalui program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) untuk mengantisipasi kekeringan akibat fenomena El Nino.

Infrastruktur tersebut akan dibangun di sejumlah sentra pertanian, kawasan persawahan, dan wilayah pengembangan cabai.

Selain menjaga produktivitas lahan, langkah ini diharapkan membantu menjaga pasokan cabai yang turut memengaruhi inflasi daerah.

Kepala DTPHP Mimika, Haris Sudharmono, mengatakan pembangunan sumur bor direncanakan mulai tahun ini.

Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi kelompok tani yang datanya telah diverifikasi hingga tingkat pusat.

“Kendala utama saat ini adalah ketersediaan air saat cuaca kering. Padahal tanaman seperti cabai sangat membutuhkan air dan komoditas ini juga berpengaruh terhadap inflasi.

Oleh karena itu, kami siapkan 12 titik sumur bor yang dibangun khusus di bawah naungan kelompok tani yang datanya sudah terverifikasi sampai ke tingkat pusat,” ujar Haris.

Menurut dia, berkurangnya ketersediaan air saat cuaca kering berpotensi menurunkan hasil panen.

Kondisi tersebut kemudian dapat memengaruhi pasokan dan mendorong kenaikan harga komoditas pertanian, terutama cabai.

Harga cabai lokal di pasar Mimika saat ini mencapai Rp125.000 hingga Rp150.000 per kilogram.

Selain produksi yang terbatas, harga juga dipengaruhi biaya distribusi cabai dari luar daerah.

Untuk menjaga pasokan dan mengendalikan harga, DTPHP Mimika tidak hanya menyiapkan infrastruktur air, tetapi juga memperkuat pendampingan kepada petani dan memantau kondisi pasokan di pasar.

“Kami juga terus berkoordinasi serta mengerahkan penyuluh untuk mendampingi petani, sekaligus turun ke pasar guna memastikan pasokan masuk lancar agar harga tidak melonjak tak terkendali,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan, termasuk cabai.

Gerakan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Penyediaan sumur bor, pendampingan petani, pemantauan pasokan, serta pemanfaatan lahan pekarangan menjadi bagian dari upaya DTPHP Mimika menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan cuaca.

Dengan akses air yang lebih terjamin, produktivitas lahan diharapkan tetap terjaga sehingga pasokan cabai dan komoditas pertanian lainnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas harga. (yud)