EVAKUASI — Korban Suryono (47), ABK KM Akbar 02, ditemukan meninggal dunia di sekitar Sungai Pelabuhan Lokal Kampung Hiripau, Distrik Mimika Timur, Kamis (8/10/2026). Korban diduga mengalami kecelakaan kerja setelah terkena baling-baling mesin kapal. (FOTO: IST/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Akbar 02, Suryono (47), ditemukan meninggal dunia di sekitar Sungai Pelabuhan Lokal Kampung Hiripau, RT 05, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah, Kamis (8/10/2026).

Korban asal Bojonegoro, Jawa Tengah, itu sebelumnya dilaporkan hilang saat proses penurunan KM Akbar 02 dari dok menuju sungai pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIT.

Kapolsek Mimika Timur Iptu Alex Soumilena membenarkan peristiwa tersebut.

Ia mengatakan korban ditemukan dalam kondisi bagian tubuh terpisah.

“Iya benar, korban Suryono meninggal dunia dengan kondisi tubuh terpisah,” kata Alex.

Berdasarkan keterangan yang diterima polisi, Suryono bersama sejumlah rekannya melakukan proses penurunan KM Akbar 02 dari dok menuju sungai.

Setelah kapal berada di sungai, korban meminta pelampung dan berenang menuju seberang untuk mengikat tali kapal.

Namun, tali tersebut tidak dapat ditarik. Suryono kemudian kembali ke kapal dan membantu mengikat tali pada perahu lain agar kapal dapat ditarik.

KM Akbar 02 selanjutnya ditarik KM Mandiri, sementara sejumlah rekan korban membantu mendorong kapal dari bagian belakang.

Saat proses tersebut berlangsung, Suryono tidak lagi terlihat oleh rekan-rekannya.

Rekan korban sempat mengira Suryono berada di dalam kapal karena yang bersangkutan bertugas sebagai bas.

Sekitar pukul 18.00 WIT, mereka kemudian bertemu anak korban di sekitar dermaga dan menanyakan keberadaan ayahnya.

Anak korban mengaku tidak mengetahui keberadaan Suryono.

Rekan-rekannya kemudian mengantar anak tersebut ke rumah dan menanyakan keberadaan korban kepada istrinya.

Sang istri menyampaikan bahwa Suryono belum pulang.

Pencarian dilakukan di sekitar kapal dan kawasan pelabuhan, tetapi korban belum ditemukan.

Sekitar pukul 21.50 WIT, Supardi (56) bersama seorang rekannya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mimika Timur.

Personel Polsek Mimika Timur kemudian mengecek lokasi.

Namun, pencarian belum menemukan korban karena kondisi air sedang naik.

Keesokan paginya, Supardi bersama lima rekannya kembali mendatangi Polsek Mimika Timur dan melaporkan bahwa Suryono telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan terapung di sekitar Sungai Pelabuhan Lokal Kampung Hiripau.

Alex mengatakan korban diduga mengalami kecelakaan kerja setelah terkena baling-baling mesin kapal saat proses penurunan KM Akbar 02 dari dok menuju sungai.

Personel Polsek Mimika Timur bersama masyarakat kemudian mengevakuasi bagian tubuh korban yang ditemukan secara terpisah, yakni kaki kanan, kaki kiri, bagian badan, dan kepala.

Sementara bagian paha kiri belum ditemukan dan diduga terbawa arus sungai.

“Jenazah korban sudah dievakuasi ke RSUD Mimika guna proses lebih lanjut,” pungkasnya. (via)