Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded. (FOTO:DOK/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, menegaskan imbauan agar masyarakat tidak mengonsumsi air hujan selama proses pembenihan awan bukan informasi bohong atau hoaks.

Agustina mengatakan, imbauan tersebut dikeluarkan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.

Ia mengaku melihat langsung air hujan yang ditampung berubah menjadi hitam.

“Bukan hoaks. Fakta memang air hujan yang ditampung itu warnanya hitam. Saya sendiri melihat dan mengalaminya,” tegas Agustina.

Menurutnya, perubahan warna tetap terjadi meski air hujan yang sebelumnya ditampung telah dibuang dan wadahnya dibersihkan.

“Air hujan yang ditampung sudah dibuang dan tempat penampungnya juga sudah dibersihkan, tetapi saat ditampung kembali tetap hitam warnanya,” ujarnya.

Agustina mengatakan BPBD belum mengetahui kandungan yang menyebabkan air hujan berubah warna.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menggunakan air tersebut untuk kebutuhan konsumsi.

“Untuk tubuh, kita tidak tahu apa yang terkandung dalam air hujan itu. Karena itu lebih aman jangan dikonsumsi dulu. Untuk minum, pakai air yang memang aman dan layak konsumsi,” katanya.

Ia menegaskan, imbauan tersebut merupakan langkah pencegahan dan bukan untuk menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kalau ada yang mengatakan itu hoaks, faktanya airnya memang hitam. Kita harus waspada. Jangan sampai masyarakat mengonsumsi air tersebut kemudian mengalami gangguan kesehatan,” tegasnya. (cr-72)