FOTO BERSAMA — Staf Ahli Kementerian UMKM RI bersama jajaran Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Tengah, OPD terkait, tokoh adat, masyarakat, serta pelaku UMKM foto bersama dalam Festival dan Bazaar UMKM HUT ke-30 Kabupaten Mimika, Selasa (6/10/2026). (FOTO: YUDIT/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Sebanyak 250 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memeriahkan Festival dan Bazaar UMKM dalam rangkaian HUT ke-30 Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kegiatan yang berlangsung 6–8 Oktober 2026 di Pelataran Gedung Eme Neme Yauware tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan HUT.
Festival ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, mengatakan pemerintah daerah berupaya menghadirkan ruang bagi pelaku usaha untuk memasarkan dan mengembangkan produk unggulan daerah.
Produk yang ditampilkan antara lain kuliner khas Papua, kerajinan noken, serta berbagai karya kreatif yang mencerminkan identitas masyarakat Mimika.
“Festival dan Bazaar ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah daerah untuk memberi wadah pengembangan usaha. Tujuannya jelas: memperluas jangkauan pasar, meningkatkan pendapatan pelaku usaha, sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat membeli produk buatan anak daerah,” ujar Samuel.
Ia mengatakan sejumlah produk unggulan Mimika telah dikenal hingga pasar luar negeri.
Potensi tersebut, kata dia, perlu terus dikembangkan agar semakin banyak produk lokal dikenal di Papua, Indonesia, hingga mancanegara.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Papua Tengah, Yuliten Makai, yang mewakili Gubernur Papua Tengah, menekankan pentingnya UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi menjadi kunci agar produk lokal tidak hanya bergantung pada pasar di daerah.
“Manfaatkan kemajuan teknologi digital agar produk kita mampu menembus batas wilayah. Kegiatan ini harus menjadi pintu gerbang, bukan sekadar pameran tiga hari. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha harus terus diperkuat,” tegasnya.
Staf Ahli Kementerian UMKM RI, Dr. Yulius, mengapresiasi pelaksanaan Festival dan Bazaar UMKM tersebut.
Ia menilai kekayaan budaya dan sumber daya alam Mimika menjadi modal penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal.
Menurut Yulius, pengembangan UMKM juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan pendapatan masyarakat.
“Ini bukan sekadar perayaan HUT, melainkan wujud komitmen nyata membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Potensinya besar, tinggal bagaimana kita terus mendampingi dan memberi ruang agar tumbuh berkelanjutan,” katanya.
Ia menilai dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten perlu terus diperkuat agar produk unggulan Mimika mampu bertahan dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Dengan melibatkan 250 pelaku usaha, festival tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat kewirausahaan dan mendorong UMKM Mimika berkembang secara berkelanjutan. (*)









Tinggalkan Balasan