RAWAT – Bayi yang ditemukan di semak-semak di Kampung Mawokauw Jaya masih dirawat di ruang NICU RSUD Mimika. (FOTO:IST/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Penyidik Polsek Mimika Baru, hingga kini masih terus melakukan penyelidikan terhadap aya dan ibu biologis dari bayi perempuan yang dilahirkan lantas dibuang di Lorong Cemara, Jalan Yos Sudarso, Kampung Mawokauw Jaya, Distrik Wania, Mimika-Papua Tengah pada Kamis (3/10/2024) sekitar pukul 22.50 WIT.

“Kami masih lakukan penyelidikan guna menguak orang tua kandung dari bayi yang dibuang, guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka,” kata Kapolsek Mimika Baru, AKP J. Limbong kepada Timika eXpress di Makopolres Mimika Mile 32 pada Rabu (9/10/2024).

Selain itu, AKP J. Limbong mengungkapkan bahwa pihaknya juga kini sedang melakukan koordinasi dengan Satreskrim Polres Mimika dalam kasus pembuangan bayi malang tersebut.

“Kami juga masih lakukan koordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polres Mimika terkait penanganan bayi yang sampai saat ini masih dirawat di RSUD Mimika,” ungkapnya.

Sementara Humas RSUD Mimika, Luki Mahakena secara terpisah kepada Timika eXpress, Rabu kemarin, mengatakan, bayi yang ditemukan dalam kantong plastik warna merah setelah dibuang oleh orang tuanya, kini masih dirawat di Bangsal NICU RSUD Mimika.

“Kondisi bayi baik dan sehat, tapi masih dirawat. Hari ini sudah masuk hari keenam,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penemuan bayi yang dibuang ini sempat menghebohkan warga setempat pada Kamis malam pekan lalu.

Bayi perempuan dengan kondisi sehat terbungkus kantong plastik warna merah, pertama kali ditemukan oleh seorang ibu.

Mirisnya, bayi malang itu dibuang dalam keadaan tali pusar beserta ari-arinya masih tersambung.

AKP J. Limbong mengatakan, atas pengaduan warga terkait penemuan bayi, saat itu langsung direspon anggota Polsek Mimika Baru.

Setibanya di lokasi kejadian, petugas langsung  mengevakuasi bayi perempuan tersebut ke RSUD Mimika untuk mendapat penanganan medis.

Berdasarkan hasil di lapangan, bayi tersebut diduga baru lahir dan tidak dikehendaki oleh kedua orang tuanya, sehingga ditaruh dan ditinggalkan dengan dibungkus kantong plastik kresek dan diletakan di semak-semak, tidak jauh dari pemukiman warga.

Guna menguak ayah dan ibu biologis dari bayi tersebut, pihaknya masih terus menggali informasi atau pun keterangan di lapangan.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Mimika untuk penanganan dan perawatan bayi tersebut.

“Kami minta semua masyarakat bantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan orang tua dari bayi malang tersebut, ataupun hal-hal yang dapat dijadikan sebagai petunjuk dalam proses hukum kasus pembuangan bayi tersebut,” pungkasnya. (via)