TENDANG BOLA – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini melakukan tendangan perdana sebagai tanda dibukanya Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup III U10-U12 di Goldstone Arena, Timika, Minggu (14/6/2026). (FOTO:GREN/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Lapangan Goldstone Arena, Timika, Minggu (14/6/2026), menjadi panggung bagi lahirnya calon-calon bintang sepak bola masa depan Papua Tengah.

Sebanyak 17 Sekolah Sepak Bola (SSB) ambil bagian dalam Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup III kategori usia 10-12 tahun yang resmi dibuka oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si.

Turnamen yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya ini menjadi wadah pembinaan talenta muda sekaligus ruang bagi anak-anak Papua untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di lapangan hijau.

Dalam sambutannya, Kapolda Papua Tengah mengatakan bahwa ajang tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pengembangan bakat olahraga generasi muda.

“Ini turnamen ketiga yang kami laksanakan untuk melihat potensi dan bakat anak-anak Papua Tengah. Kami ingin mereka memiliki ruang yang positif untuk berkembang dan meraih cita-cita melalui sepak bola,” ujarnya.

Kapolda juga mengapresiasi partisipasi tim-tim dari berbagai wilayah, mulai dari Timika, Amamapare, Kokonao hingga Pulau Karaka.

Menurutnya, pembinaan usia dini menjadi fondasi penting dalam mencetak atlet-atlet berprestasi di masa depan.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan kehadiran legenda sepak bola Papua, Boaz Solossa.

Mantan kapten Timnas Indonesia itu memberikan motivasi kepada para peserta agar terus berlatih dan tidak mudah menyerah dalam mengejar mimpi menjadi pesepak bola profesional.

“Saya sangat bangga melihat semangat adik-adik semua. Terus berlatih, terus belajar, dan jangan pernah menyerah. Saya yakin dari Mimika dan Papua Tengah akan lahir pemain-pemain hebat yang mampu bermain di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Boaz.

Ia juga mengajak para pelatih SSB untuk terus membimbing dan membina anak-anak dengan baik karena Papua memiliki talenta sepak bola yang luar biasa.

Turnamen ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun karakter, disiplin, sportivitas, dan kerja sama bagi generasi muda Papua Tengah.

Pada laga pembuka, SSB Amung Negel bermain imbang 0-0 melawan SSB Papua Blessing.

Sementara SSB Elang tampil perkasa dengan mengalahkan SSB Impact 7-0.

Di pertandingan lainnya, SSB Amamapare berhasil menundukkan SSB Senja Amor dengan skor tipis 1-0.

Melalui Kapolda Cup III, harapan untuk melihat lahirnya generasi emas sepak bola Papua Tengah kembali menyala.

Dari lapangan kecil inilah mimpi-mimpi besar anak-anak Papua mulai dibangun. (*)

Penulis: Gren Telaubun
Editor: Maurits SDP