FOTO BERSAMA — Jajaran pemerintah, perwakilan Kementerian Koperasi RI, dan pelaku UMKM berfoto bersama saat penutupan Festival dan Bazaar UMKM dalam rangka HUT ke-30 Kabupaten Mimika di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Kamis (8/10/2026). Kegiatan selama tiga hari tersebut mencatat omzet penjualan Rp770,37 juta. (FOTO: YUDIT/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — Festival dan Bazaar UMKM dalam rangka HUT ke-30 Kabupaten Mimika mencatat total omzet penjualan sebesar Rp770.379.000 selama tiga hari pelaksanaan, 6–8 Oktober 2026.

Kegiatan yang diikuti 250 pelaku UMKM ini menjadi ruang promosi produk lokal sekaligus peluang memperluas pasar usaha masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Samuel Yogi, mengatakan penjualan meningkat setiap hari.

Pada hari pertama, omzet tercatat Rp149.560.000, kemudian naik menjadi Rp274.426.000 pada hari kedua, dan mencapai Rp346.393.000 pada hari ketiga.

“Kita sangat bersyukur atas pencapaian ini. Selama tiga hari pelaksanaan, semangat pelaku UMKM dan antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” ujar Samuel.

Menurutnya, festival tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memamerkan produk, membangun jejaring, dan memperoleh peluang pasar yang lebih luas.

Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Mimika, Soter Potowapea, menilai bazar UMKM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membuka ruang usaha, memperluas pemasaran produk lokal, dan meningkatkan pendapatan keluarga.

“Jika UMKM kuat, lapangan kerja terbuka; jika UMKM berkembang, pendapatan masyarakat meningkat; jika UMKM naik kelas, ekonomi daerah semakin maju,” katanya.

UMKM Didorong Jadi Pilar Ekonomi
Perwakilan Kementerian Koperasi RI, Naslindo Sirait, menilai capaian omzet tersebut menunjukkan potensi UMKM Mimika untuk terus dikembangkan.

Menurutnya, penguatan UMKM juga penting untuk mendorong diversifikasi ekonomi daerah yang selama ini masih bergantung pada sektor pertambangan.

“Kita lihat perekonomian Mimika masih sangat bergantung pada pertambangan hingga 80 persen. Keberhasilan omzet ini menjadi tanda bahwa UMKM bisa menjadi pilar ekonomi baru jika terus didukung dan dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Naslindo.

Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen melanjutkan pengembangan UMKM melalui pendampingan permodalan, pertemuan kemitraan usaha, sertifikasi produk, dan penguatan pemasaran digital.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Mimika, Petrus Pali Ambaa, menegaskan berakhirnya festival tidak boleh menghentikan upaya pengembangan usaha lokal.

Ia mengajak pemerintah, pelaku UMKM, perbankan, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya memperkuat sinergi agar usaha lokal dapat tumbuh dan naik kelas.

“Ketika kita membeli produk UMKM lokal, sesungguhnya kita tidak hanya membeli barang atau makanan. Kita sedang membantu sebuah keluarga, menghidupkan sebuah usaha, membuka peluang kerja, dan menggerakkan roda perekonomian daerah kita sendiri,” tutup Petrus.

Festival dan Bazaar UMKM resmi ditutup pada Kamis (8/10/2026).

Pemerintah berharap semangat pengembangan ekonomi kerakyatan berlanjut melalui program pembinaan dan pemasaran yang berkesinambungan. (*)

Penulis: Yudit Sanggu
Editor: Maurits SDP