Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong. (FOTO: YESON/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika dilaporkan mengalami kendala operasional akibat kesulitan pembiayaan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menjadwalkan peninjauan langsung ke sejumlah SPPG pekan depan.
Emanuel mengatakan, kendala tersebut tidak berarti seluruh pelayanan MBG di Mimika dihentikan.
Gangguan hanya terjadi pada sejumlah SPPG yang mengalami kesulitan biaya sehingga belum dapat menjalankan pelayanan secara optimal.
“Yang berhenti itu dari SPPG. Tidak semuanya melayani karena kesulitan biaya,” ujar Emanuel saat diwawancarai di Hotel Horison Diana, Mimika, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sebelum menentukan langkah penanganan.
Peninjauan langsung diperlukan untuk mengetahui SPPG yang mengalami kendala sekaligus mengidentifikasi faktor penyebab terganggunya pelayanan kepada penerima manfaat.
“Kami minggu depan mau turun melihat SPPG mana yang dimaksud. Ini harus dikoordinasikan lagi dengan pihak SPPG,” katanya.
Emanuel menjelaskan, koordinasi dengan pengelola SPPG diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai hambatan, terutama yang berkaitan dengan pembiayaan, distribusi, dan kelancaran penyediaan makanan bagi penerima manfaat.
Hasil peninjauan tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk merumuskan langkah penyelesaian sesuai persoalan yang dihadapi masing-masing SPPG.
Selain memastikan keberlangsungan program MBG, Emanuel juga mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan.
Ia berharap SPPG di Mimika memprioritaskan penyerapan hasil produksi petani, peternak, dan nelayan setempat.
Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha lokal penting agar program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Mimika.
Pemkab Mimika berharap melalui peninjauan dan koordinasi dengan pengelola SPPG, berbagai kendala operasional dapat segera diatasi sehingga pelayanan MBG berjalan optimal dan menjangkau seluruh penerima manfaat sesuai ketentuan program.(*)









Tinggalkan Balasan