AKP Rian Oktaria (FOTO:GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Beredarnya sejumlah video dan pesan suara (voicenote) di sejumlah grup WhatsApp (WAG) selepas kasus pembunuhan di wilayah SP 2 serta SP 7–SP 9 beberapa hari terakhir membuat masyarakat Mimika diminta tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Mimika, AKP Rian Oktaria, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang disebut dalam video maupun voicenote tersebut.

“Video kejadian di Nawaripi dan daerah SP 1 itu tidak benar. Kami sudah lakukan pengecekan langsung ke lokasi,” ujar AKP Rian saat ditemui awak media di Polres Mimika, Kamis (4/12).

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendalami sumber awal penyebaran video dan pesan suara tersebut.

Jika diketahui berasal dari luar wilayah Timika, Polres Mimika akan berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk menindaklanjuti sesuai proses hukum.

“Kami sedang mendalami siapa yang pertama menyebarkan. Jika berasal dari luar Timika, kami akan berkoordinasi dengan Polres atau Polsek setempat untuk ditindaklanjuti sesuai aturan hukum terhadap penyebar hoaks,” jelasnya.

AKP Rian juga menyebut, pascaterjadinya dua kasus pembunuhan, terdapat oknum yang memanfaatkan situasi untuk melakukan aksi teror dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini, seperti melakukan ancaman dengan senjata tajam di jalan, menyerupai aksi begal,” ungkapnya.

Atas dasar itu, ia mengimbau masyarakat Mimika untuk tetap waspada, terutama pada malam hari.

“Warga diminta menghindari tempat-tempat sepi dan mengurangi aktivitas di malam hari, khususnya pengguna kendaraan roda dua,” pungkasnya. (via)