OLAH TKP – Kepolisian Resor Mimika saat melakukan olah TKP kebakaran di Nawaripi, Senin (24/7). (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)
TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Kepolisian Resor Mimika melalui Tim Inafis Satreskrim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Yos Sudarso – Nawaripi, pada Senin (24/7).
Dalam olah TKP tersebut, penyidik belum menemukan penyebab kebakaran.
AKP Julkifli Sinaga, Kasat Reskrim Polres Mimika saat dikonfirmasi Timika eXpress, Senin kemarin mengatakan, selain melakukan olah TKP, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
“Untuk penyebab kebakarannya belum dapat dipastikan, tapi kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Akan tetapi, kita belum mendapatkan keterangan yang pasti,” jelasnya.
Menurutnya, untuk kerugiannya belum dapat ditaksir. Yang jelas cukup banyak sebab kebakaran tersebut menghabiskan tujuh unit bangunan semi permanen, satu unit mobil carry dan satu unit sepeda motor.
“Dan sampai saat inipun, para korban belum ada yang membuat laporan sehingga kami hanya sebatas melakukan olah TKP,” jelasnya.
Pemerintah Diharapkan Tertibkan Penjualan Bensin Eceran
Mariunus Tandiseno, Ketua Fraksi Golkar mengharapkan pemerintah dapat menertibkan penjual bensin eceran. Hal ini lantaran kebakaran yang terjadi di Jalan Yos Sudarso pada Rabu (19/7) lalu dipicu karena bensin eceran.
“Saya harap pemerintah dalam hal ini Disperindag dan Satpol PP dapat menertibkan para penjual bensin ini. Jika tidak diperhatikan dengan baik maka bisa mengakibatkan hal yang fatal dan kerugian yang lebih besar,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga harus menganggarkan pengadaan mobil Damkar. Karena beberapa kasus kebakaran, kadang terkendala dengan armada. Sehingga hal ini perlu diantisipasi kedepannya.
Ia juga meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan petugas Damkar dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan khusus, sehingga Mimika memiliki para pekerja yang terlatih.
“Kan sama saja kalau kita punya fasilitas tapi tidak punya tenaga terlatih. Menjadi petugas pemadam kebakaran itu tidak gampang sehingga harus didukung fasilitas terbaik dan armadanya juga harus memadai. Oleh karena itu hal-hal ini harus diperhatikan,” pungkasnya. (ine)








Tinggalkan Balasan