PENUTUPAN — Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Mimika Petrus Pali Ambaa saat menghadiri penutupan Pelatihan Kepemimpinan dan Kebudayaan bagi pemuda di Mimika, Rabu (7/10/2026).
(FOTO: SELVY/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Pelatihan Kepemimpinan dan Kebudayaan bagi pemuda yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mimika resmi ditutup, Rabu (7/10/2026).
Penutupan dilakukan Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Mimika Petrus Pali Amba, S.T., M.T.
Petrus mengatakan, pelatihan tersebut penting untuk membekali pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan agar mampu menjalankan tanggung jawab kepemimpinan di organisasi masing-masing.
“Pemuda adalah aset bangsa. Mereka yang nantinya akan meneruskan kepemimpinan di Kabupaten Mimika sehingga perlu dibekali melalui pelatihan-pelatihan kepemimpinan seperti yang dilaksanakan hari ini,” ujar Petrus.
Menurut dia, pelatihan kepemimpinan bagi pemuda tidak seharusnya berhenti pada tingkat dasar.
Program serupa perlu dikembangkan ke jenjang berikutnya untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pemuda dalam memimpin organisasi.
“Program ini tidak hanya di level dasar, tetapi bisa ditingkatkan ke level-level selanjutnya sehingga membuat para pemuda kita lebih mapan dalam memimpin suatu organisasi,” katanya.
Selain penguatan kapasitas kepemimpinan, Petrus mendorong pemuda agar turut mengambil peran dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat program pemerintah, tetapi juga mampu mengembangkan potensi ekonomi yang ada di wilayahnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di berbagai sektor, antara lain perikanan, pertanian, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Untuk menjadi seorang pemimpin, pemimpin kan harus dibekali dulu,” ujarnya.
Petrus menambahkan, pemerintah juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan potensi yang ada di setiap distrik.
Berbagai potensi yang dinilai prospektif akan difasilitasi pemerintah untuk dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pembinaan masyarakat, kata dia, juga dilakukan melalui berbagai program pelatihan, termasuk bagi pelaku UMKM.
Upaya tersebut diarahkan agar masyarakat semakin mandiri dan mampu mengembangkan usaha tanpa bergantung kepada pihak lain.
“Harapan kita, setiap OPD teknis selalu arahnya kepada bagaimana mempersiapkan generasi-generasi muda ini untuk bisa terlibat langsung melihat potensi-potensi yang ada di setiap distrik untuk dikembangkan,” pungkasnya. (*)









Tinggalkan Balasan