JAKARTA, timikaexpress.id – PT Petrosea Tbk terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang berkelanjutan.

Salah satu program unggulan yang menjadi andalan perusahaan adalah NUTRISEA (Nutrition, Treatment and Resilience Initiative from Petrosea), yang difokuskan pada peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stunting di wilayah operasional perusahaan.

Sejak 2023, Petrosea secara konsisten menjalankan program pencegahan stunting melalui berbagai kegiatan yang menyasar peningkatan gizi, edukasi kesehatan, penguatan ketahanan pangan keluarga, serta upaya preventif lainnya yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Program NUTRISEA dilaksanakan secara kolaboratif bersama fasilitas kesehatan, posyandu, sekolah, pemerintah desa, hingga kader kesehatan lokal guna memastikan manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting nasional.

Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14,2 persen sebagai bagian dari langkah menuju target jangka panjang sebesar 5 persen pada tahun 2045.

Petrosea memandang bahwa penanganan stunting membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Komitmen sosial perusahaan tersebut juga didukung oleh kinerja bisnis yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Pada kuartal pertama tahun 2026, Petrosea mencatat pendapatan sebesar US$284,13 juta atau meningkat 84,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$154,21 juta.

Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 50,54 persen menjadi US$1,38 juta.

Kontributor terbesar pendapatan perusahaan berasal dari lini bisnis jasa pertambangan yang mencapai US$140,57 juta. Disusul bisnis Engineering,

Procurement and Construction (EPC) sebesar US$106,43 juta serta lini EPCI Migas Lepas Pantai yang mencatat pendapatan sebesar US$13,59 juta.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Petrosea terus memperkuat penerapan operational excellence melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi efisiensi operasional, pengembangan teknologi dan digitalisasi, serta implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten di seluruh area operasional.

Melalui NUTRISEA dan berbagai program sosial lainnya, Petrosea berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (*)