PERSIAPAN — Mimika Community Choir (MCC) foto bersama usai menggelar persiapan mengikuti Toraja Highland International Choir Festival 2026 pada 5–7 November mendatang. (FOTO:SELVY/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Mimika Community Choir (MCC) bersiap membawa kekayaan budaya Mimika ke panggung internasional melalui Toraja Highland International Choir Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5–7 November mendatang.
Dalam festival tersebut, MCC akan membawakan empat lagu, termasuk dua lagu daerah, yakni Nikia Yesus dalam bahasa Kamoro dan Enamoare dalam bahasa Amungme.
Keduanya disiapkan untuk kategori folklor sebagai upaya memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya masyarakat Mimika melalui seni paduan suara.
Pelatih MCC, Eddy Deda dan Maya Jacobus, menjelaskan dua lagu lainnya yang dipersiapkan adalah Dies Irae karya Michael John Trotta dan Laudate Dominum karya G. Levente.
Kedua lagu tersebut akan dibawakan dalam kategori paduan suara campuran (mixed choir).
Eddy mengatakan, persiapan dilakukan secara bertahap sejak awal tahun. Pemilihan lagu daerah menjadi bagian penting karena MCC ingin menunjukkan bahwa Mimika memiliki kekayaan musik tradisional yang layak dikenal lebih luas.
Lagu Nikia Yesus mengandung pesan syukur masyarakat Kamoro kepada Tuhan atas berkat dan kehidupan di tanah Mimika.
Sementara itu, Enamoare menggambarkan keagungan Tuhan melalui ciptaan-Nya sekaligus menyampaikan pesan tentang kehidupan masyarakat lokal di tengah kekayaan alam Mimika.
“Lagu Papua itu indah. Bukan hanya Yamko Rambe, bukan hanya Apuse. Begitu banyak lagu lainnya yang dapat kita kembangkan,” ujar Eddy.
Menurutnya, lagu-lagu daerah Papua memiliki kekhasan yang dapat diperkenalkan melalui berbagai panggung, termasuk kompetisi paduan suara.
Karena itu, penggarapan aransemen tetap memperhatikan melodi asli agar karakter dan pesan lagu tidak hilang meskipun disesuaikan dengan kebutuhan kompetisi.
MCC terbentuk pada 2024 untuk mengisi kegiatan Natal PT Freeport Indonesia dengan melibatkan penyanyi dari Kuala Kencana dan Timika.
Seiring perkembangannya, kelompok ini menggunakan nama Mimika Community Choir agar dapat merangkul masyarakat yang lebih luas.
Anggotanya berasal dari beragam kelompok usia, mulai dari pelajar SMP dan SMA hingga orang dewasa.
MCC juga membuka kesempatan bagi masyarakat tanpa membatasi latar belakang agama maupun kelompok tertentu.
Selain tampil dalam kegiatan gereja, MCC terlibat dalam kegiatan lintas agama, budaya, dan pelayanan sosial.
Pada 2025, komunitas ini juga mendapat kesempatan mengikuti kegiatan di Jakarta yang dibuka Presiden Prabowo Subianto melalui organisasi Tidar.
Bagi Eddy, keikutsertaan dalam festival di Toraja bukan sekadar kesempatan berkompetisi, melainkan juga ruang untuk memperkenalkan Mimika sebagai daerah dengan masyarakat yang majemuk.
“Kami mau menyampaikan bahwa Mimika itu wajahnya bukan hanya wajah orang Papua saja, tetapi Mimika itu sangat majemuk,” katanya.
Dalam mempersiapkan penampilan, MCC menghadapi tantangan menyesuaikan jadwal latihan para anggota yang memiliki kesibukan berbeda, mulai dari sekolah hingga pekerjaan.
Meski demikian, Eddy berharap proses tersebut menjadi pengalaman berharga, terutama bagi anggota yang masih berstatus pelajar, untuk belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, dan penghargaan terhadap budaya.
“Kami pergi bukan untuk jalan-jalan, tetapi menyampaikan bahwa Mimika itu seperti ini. Apa pun hasilnya, itu bonus dari Tuhan selama kita melayani dengan baik dan melakukan yang terbaik,” tuturnya.
Untuk mendukung keberangkatan ke Toraja, MCC membuka kesempatan bagi masyarakat, instansi, maupun keluarga yang ingin memberikan dukungan melalui undangan bernyanyi dalam berbagai acara dengan donasi sesuai keikhlasan.
Dukungan dapat disalurkan melalui rekening Bank Papua Cabang Timika
atas nama Leni, Nomor rekening: 1040202048546.
Informasi lebih lanjut maupun undangan bernyanyi dapat menghubungi Eddy Deda melalui WhatsApp 081314531976.
MCC berharap dapat membawakan keempat lagu secara maksimal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kamoro, Amungme, dan Mimika kepada peserta festival dari berbagai daerah.
Bagi mereka, panggung kompetisi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa keberagaman Mimika merupakan kekuatan yang patut dibanggakan. (*)









Tinggalkan Balasan