Ketua KADIN Papua Tengah Alexander Gobay (FOTO:HUMAS PEMPROV PAPUA TRNGAH)
NABIRE, timikaexpress.id — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah mendorong pemerintah segera mengambil tujuh langkah konkret untuk mengantisipasi keterbatasan air bersih akibat dampak El Nino.
Ketua KADIN Papua Tengah Alexander Gobay menilai persoalan air bersih tidak boleh menunggu sampai berkembang menjadi krisis.
Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota diminta memperkuat layanan distribusi air, menjaga harga tetap normal, serta membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha.
“Air bersih bukan sekadar komoditas perdagangan, tetapi kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijaga ketersediaannya,” demikian penegasan Ketua KADIN Papua Tengah.
Fenomena El Nino yang memicu musim kemarau, kekeringan, penurunan debit air, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan telah berdampak di sejumlah wilayah Papua Tengah.
Di Nabire, pemerintah bahkan telah menyalurkan air bersih kepada masyarakat dan fasilitas umum karena pasokan air mengalami penurunan.
Kondisi tersebut, menurut KADIN, harus direspons melalui langkah terukur dan terpadu.
Adapun tujuh langkah konkret yang didorong adalah:
Kesatu, memastikan kapasitas produksi dan distribusi air tetap optimal. Perumda Air Minum atau PDAM diminta menjaga operasional produksi dan distribusi agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.
Kedua, memetakan wilayah prioritas.
Pemerintah perlu segera mengidentifikasi daerah yang mengalami penurunan pasokan air untuk menentukan prioritas pelayanan dan distribusi.
Ketiga, menyiapkan armada tangki dan titik distribusi darurat. Armada tangki air harus disiapkan, terutama untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih.
Keempat, membangun koordinasi dengan distributor dan depot air. Ketersediaan air perlu dijaga melalui koordinasi terpadu antara pemerintah, distributor, dan pengelola depot air minum.
Kelima, mencegah penahanan stok dan kenaikan harga tidak wajar.
Pemerintah diminta mengeluarkan imbauan bersama kepada pelaku usaha agar tidak menahan stok maupun menaikkan harga secara berlebihan selama masa kekeringan.
Keenam, menjaga harga air tetap normal dan terjangkau.
Harga air harus tetap dapat dijangkau masyarakat, dengan tetap mempertimbangkan biaya operasional yang wajar bagi penyedia layanan.
Ketujuh, membuka informasi dan pengaduan publik.
Pemerintah perlu menyediakan informasi terbuka mengenai lokasi distribusi air, jadwal pengiriman, serta kontak pengaduan masyarakat.
KADIN Papua Tengah juga mengajak perusahaan, distributor, depot air minum, UMKM, koperasi, asosiasi pengusaha, dan seluruh pelaku usaha terlibat dalam penanganan kondisi tersebut.
Dunia usaha dinilai memiliki jaringan distribusi, kendaraan, gudang, tenaga kerja, dan kemampuan logistik yang dapat mendukung pemerintah ketika terjadi keterbatasan pasokan air.
“Kami siap menjadi jembatan koordinasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mendukung penyediaan air bersih, distribusi bantuan, logistik, serta kebutuhan masyarakat apabila kondisi semakin memburuk,” kata KADIN Papua Tengah.
Selain persoalan air bersih, KADIN juga mengingatkan pemerintah untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta menangani dampak kabut asap.
Penanganan tersebut harus dilakukan dalam satu koordinasi agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
KADIN menegaskan bahwa langkah antisipasi harus dilakukan sejak sekarang. Pemerintah perlu memastikan air tersedia, distribusi berjalan, harga tetap wajar, stok aman, dan masyarakat memperoleh informasi yang jelas.
“Jangan menunggu sampai krisis. Papua Tengah harus siap menghadapi El Nino, dan masyarakat tidak boleh menghadapi situasi ini sendirian,” pungkasnya. (*)























Tinggalkan Balasan