HOTSPOT – Sebanyak 653 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah wilayah Papua Tengah hingga 22 Agustus 2026. Kabupaten Nabire menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 321 titik. Kondisi ini menjadi perhatian BMKG di tengah fenomena El Nino kuat dan puncak musim kemarau. (FOTO:HUMAS PEMPROV PAPUA TENGAH)
NABIRE, timikaexpress.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat di Papua Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring menguatnya fenomena El Nino.
Peringatan tersebut menyusul terdeteksinya 653 titik panas (hotspot) di wilayah Papua Tengah hingga 22 Agustus 2026.
Kabupaten Nabire menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 321 titik.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Nabire, Husein Kamadi, mengatakan analisis indikator iklim per 20 Agustus 2026 menunjukkan Southern Oscillation Index (SOI) berada pada angka -20,3, sedangkan indeks Nino 3.4 mencapai +2,3.
Menurut Husein, kombinasi kedua indikator tersebut menunjukkan kondisi El Nino berada dalam kategori kuat.
Fenomena tersebut juga masih berpotensi menguat hingga akhir 2026.
“Kondisi tersebut turut menyebabkan penurunan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Papua Tengah,” kata Husein.
Ia menjelaskan, puncak musim kemarau diprakirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Kondisi ini meningkatkan potensi kekeringan dan ancaman Karhutla.
“Puncak musim kemarau diprakirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Situasi ini meningkatkan potensi kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” ujarnya.
653 Hotspot Terdeteksi
Berdasarkan pemantauan satelit BMKG menggunakan Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA-20 hingga 22 Agustus 2026, terdapat 653 hotspot yang terdeteksi di Papua Tengah.
Dari jumlah tersebut, 493 titik memiliki tingkat kepercayaan sedang, 128 titik tingkat kepercayaan rendah, dan 32 titik tingkat kepercayaan tinggi.
Titik dengan tingkat kepercayaan tinggi menunjukkan potensi lebih kuat adanya api aktif.
Sementara itu, titik dengan tingkat kepercayaan rendah masih memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.
Nabire Catat Hotspot Terbanyak
Kabupaten Nabire menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Papua Tengah, yakni 321 titik.
Rinciannya, 80 titik tingkat kepercayaan rendah, 231 tingkat sedang, dan 10 tingkat tinggi.
Kabupaten Puncak berada di urutan kedua dengan 100 hotspot, terdiri dari 11 tingkat rendah, 81 tingkat sedang, dan delapan tingkat tinggi.
Selanjutnya, Dogiyai tercatat memiliki 97 hotspot, terdiri dari 19 tingkat rendah, 72 tingkat sedang, dan enam tingkat tinggi.
Paniai memiliki 59 hotspot, dengan rincian empat tingkat rendah, 50 tingkat sedang, dan lima tingkat tinggi.
Sementara itu, Intan Jaya tercatat memiliki 56 hotspot, terdiri dari 12 tingkat rendah, 42 tingkat sedang, dan dua tingkat tinggi.
Hotspot juga terdeteksi di Puncak Jaya sebanyak 10 titik, Deiyai sembilan titik, dan Mimika satu titik.
Warga Diminta Waspada
BMKG mengingatkan fenomena El Nino kuat yang bertepatan dengan puncak musim kemarau berpotensi meningkatkan jumlah hari tanpa hujan (HTH).
Kondisi tersebut dapat mengurangi ketersediaan air bersih dan sumber air permukaan.
Suhu udara yang meningkat pada siang hari juga dapat mempercepat kekeringan lahan sehingga material kering lebih mudah terbakar.
“Kenaikan suhu udara pada siang hari juga dapat mempercepat kekeringan lahan. Dampaknya, material kering menjadi lebih mudah terbakar dan risiko Karhutla meningkat,” ujar Husein.
Karena itu, BMKG meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta menggunakan informasi iklim sebagai salah satu dasar mitigasi kekeringan dan Karhutla.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan, membersihkan kebun, atau membakar sampah secara sembarangan, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diminta memperkuat patroli terpadu di kawasan rawan serta memastikan ketersediaan sumber air, peralatan pemadaman dini, dan sarana pendukung lainnya.
BMKG mengingatkan masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api, asap, atau indikasi kebakaran.
Dengan kondisi El Nino yang masih berpotensi menguat, kewaspadaan dan respons cepat diperlukan agar hotspot tidak berkembang menjadi Karhutla yang lebih luas di Papua Tengah. (*)
























Tinggalkan Balasan