SIAGA BENCANA – Jubir Gubernur Provinsi Papua Tengah, Emanuel You menjelaskan langkah terpadu Pemprov Papua Tengah menghadapi ancaman Karhutla, kekeringan, dan cuaca ekstrem di delapan kabupaten, melalui konferensi pers, pada Sabtu (22/8/2026). (FOTO:HUMAS PEMPROV PAPUA TENGAH)
NABIRE, timikaexpress.id — Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkuat koordinasi penanganan bencana menyusul ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kekeringan, serta dampak cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah di delapan kabupaten di Papua Tengah.
Pemerintah provinsi juga menyiapkan dukungan berupa personel, armada, obat-obatan, masker, serta kebutuhan lainnya sesuai kondisi di lapangan.
Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, mengatakan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dijadwalkan memimpin rapat koordinasi secara daring bersama tim penanganan darurat bencana dari delapan kabupaten pada hari ini, Minggu (23/8/2026).
Rapat tersebut akan membahas perkembangan Karhutla, kekeringan, kondisi kesehatan masyarakat, serta dampak cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah.
“Kita akan bahas lanjutan penanganan kebakaran hutan dan lahan, kekeringan serta kondisi lain yang terjadi di sejumlah wilayah,” ujar Emanuel di Nabire, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Emanuel, setiap kabupaten akan menyampaikan laporan mengenai kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.
Laporan tersebut menjadi dasar pemerintah provinsi dalam memberikan dukungan penanganan.
Kekeringan Berdampak pada Pertanian
Selain Karhutla, kekeringan menjadi perhatian serius karena mulai berdampak terhadap ketersediaan air dan sektor pertanian masyarakat.
Kabupaten Puncak menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus.
Kekeringan dan fenomena embun es dilaporkan berdampak terhadap tanaman pangan masyarakat.
Pemerintah provinsi akan mengevaluasi kondisi tersebut bersama pemerintah kabupaten untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Emanuel menegaskan pemerintah kabupaten tetap menjadi komando lapangan dalam penanganan bencana di wilayah masing-masing.
Pemerintah provinsi akan memberikan penguatan apabila kapasitas daerah tidak mencukupi.
“Pemerintah provinsi akan memberikan penguatan apabila memang kapasitas di kabupaten tidak mencukupi,” katanya.
Warga Diminta Cegah Titik Api
Di tengah meningkatnya ancaman Karhutla, Pemprov Papua Tengah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun membakar sampah secara sembarangan.
Emanuel mengatakan pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat karena kebakaran hutan dan lahan dapat berdampak langsung terhadap kehidupan warga.
“Kalau kita merasa hutan dan lahan itu adalah kehidupan, maka kewajiban kita adalah menjaganya dan melestarikannya. Kita tidak boleh lagi melakukan aksi-aksi pembakaran yang dapat merusak hutan dan lahan,” tegasnya.
Pemprov Papua Tengah berharap koordinasi lintas kabupaten dapat menghasilkan langkah konkret untuk mempercepat penanganan Karhutla, kekeringan, dan dampak cuaca ekstrem.
“Hutan dan lahan adalah kehidupan kita. Kalau hutan dan lahan terbakar, pada akhirnya kita sendiri yang akan merasakan dampaknya. Karena itu mari kita jaga bersama,” pungkas Emanuel. (*)
























Tinggalkan Balasan