Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas. (FOTO: GREN/TIMEX)

TEMBAGAPURA, timikaexpress.id — PT Freeport Indonesia (PTFI) menyiapkan investasi sebesar Rp72 triliun untuk mengembangkan proyek Tambang Bawah Tanah Kucing Liar di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Hingga saat ini, PTFI telah merealisasikan investasi sekitar Rp24 triliun dari total rencana investasi tersebut.

Tambang Kucing Liar ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 dengan kapasitas pengolahan mencapai 130.000 ton bijih per hari.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, proyek tersebut diperkirakan memiliki cadangan sekitar 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas selama masa operasinya.

“Kehadiran tambang baru ini krusial untuk menjaga stabilitas produksi nasional ketika cadangan di blok lain mulai menurun,” ujar Tony kepada wartawan di Sporthall Tembagapura.

Menurut Tony, pengembangan Tambang Kucing Liar menjadi bagian dari strategi PTFI untuk menjaga keberlanjutan produksi tembaga dan emas nasional.

Proyek tersebut juga diharapkan mendukung kegiatan operasional, penerimaan negara, serta keberlanjutan lapangan kerja di wilayah pertambangan.

Perpanjangan IUPK

Tony menegaskan, perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) setelah 2041 hingga usia tambang menjadi faktor penting bagi keberlanjutan investasi dan operasional PTFI.

“Jika tambang berhenti di 2041, tidak ada pihak yang diuntungkan. Pemerintah rugi pemasukan, 30.000 karyawan kehilangan pekerjaan, dan program masyarakat terhenti. Perpanjangan izin berarti keberlanjutan bagi semua pihak,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pembahasan teknis mengenai perpanjangan IUPK masih berlangsung bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurutnya, kepastian perizinan diperlukan untuk mendukung perencanaan investasi jangka panjang, termasuk pengembangan tambang bawah tanah dan keberlanjutan tenaga kerja.

Perkuat Hilirisasi

Selain mengembangkan tambang bawah tanah, PTFI menegaskan komitmennya terhadap hilirisasi mineral.

Bahan baku berupa tembaga dan emas akan diprioritaskan untuk diolah di dalam negeri.

Pengolahan tersebut antara lain dilakukan melalui smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, yang menjadi bagian penting dalam proses pemurnian mineral Indonesia.

Tony mengatakan, PTFI juga siap melanjutkan eksplorasi secara lebih terperinci untuk memastikan potensi cadangan tambahan di bawah area tambang yang telah beroperasi.

“Dengan keyakinan adanya cadangan tambahan di bawah area eksisting, PTFI siap melanjutkan eksplorasi detail untuk memastikan pasokan mineral tetap terjaga demi kedaulatan ekonomi Indonesia,” pungkasnya. (via)