PROSESI PENGABUAN JENAZAH – Prosesi pengabuan jenazah Iman Kula, korban konflik horizontal di Distrik Kwamki Naram, Kamis (4/12/2025) (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Konflik antar kelompok warga di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, yang telah berlangsung sejak awal Oktober 2025, kembali memakan korban jiwa.

Seorang warga yang diidentifikasi bernama Iman Kula dilaporkan meninggal dunia akibat terkena panah dari konflik horizontal yang terjadi pada Kamis (4/12/2025).

Kejadian ini dibenarkan Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Yusak Sawaki kepada Timika eXpress.

Ia menyebut korban merupakan warga dari salah satu kelompok yang terlibat dalam konflik.

“Korban meninggal dunia kali ini berasal dari kubu atas atau kubu pelaku,” kata Ipda Yusak.

Menurutnya, jenazah korban telah diabukan sesuai tradisi adat setempat.

Prosesi tersebut dilakukan di lokasi bentrokan, tepatnya di Kampung Amole.

Atas kejadian ini, total korban jiwa akibat bentrok berkepanjangan di Kwamki Narama kini berjumlah dua orang.

Sebelumnya, seorang pemuka agama bernama Melkias Wamang, dari kubu korban atau kubu bawah juga meninggal dunia dalam konflik yang sama.

Sementara Kabag Ops Polres Mimika AKP Henri Alfredo Korwa, Kamis petang mengatakan, Iman Kula masih berusia 20 tahun.

Untuk meredam situasi dan menyudahi konflik antar warga, AKP Henri menyebut, saat ini sebanyak 40 personel gabungan dari Polres, Polsek serta Brimob Yon B disiagakan di lokasi kejadian.

Selanjutnya, untuk proses damai atas konflik, pihak kepolisian masih menunggu waktu berkabung dari keluarga berduka usai. (via)