FOTO BERSAMA – Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Obeth Tekege, SKM., M.Kes., foto bersama tenaga kesehatan dari Kabupaten Nabire dan Dogiyai seusai membuka Clinical Mentoring Evaluation Meeting Program HIV di Aula Hotel Mahavira, Nabire, Selasa (28/7/2026). (FOTO:HUMAS PEMPROV PAPUA TENGAH)
NABIRE, timikaexpress.id – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah terus memperkuat upaya percepatan pencapaian target nasional 95-95-95 menuju eliminasi AIDS pada 2030 melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Clinical Mentoring Evaluation Meeting Program HIV di Aula Hotel Mahavira, Nabire, pada 28–31 Juli 2026.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Obeth Tekege, SKM., M.Kes., didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) serta Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M).
Peserta berasal dari tenaga kesehatan rumah sakit dan puskesmas Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) penyelenggara layanan HIV di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai.
Clinical Mentoring Evaluation Meeting bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam tata laksana pelayanan HIV, implementasi Test and Treat, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi Orang dengan HIV (ODHIV), pelayanan laboratorium HIV, serta penguatan pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi SIHA 2.1.
Dalam sambutannya, Obeth Tekege menegaskan bahwa penguatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan strategi penting untuk menghadirkan layanan HIV yang berkualitas, merata, dan berkesinambungan bagi masyarakat Papua Tengah.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, produktif, dan sejahtera melalui penguatan pelayanan dasar di bidang kesehatan.
“Melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, kami berharap kualitas pelayanan HIV semakin baik sehingga masyarakat memperoleh layanan yang profesional, mudah diakses, dan berkesinambungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan kompetensi tenaga kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mempercepat pencapaian target nasional 95-95-95, yakni 95 persen orang dengan HIV mengetahui statusnya, 95 persen yang terdiagnosis mendapatkan terapi antiretroviral (ARV), dan 95 persen yang menjalani terapi berhasil mencapai supresi virus, sebagai langkah menuju eliminasi AIDS pada 2030.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembaruan kebijakan program HIV, tata laksana HIV sesuai pedoman nasional, implementasi Test and Treat, kolaborasi TB-HIV, pelayanan laboratorium HIV, praktik penggunaan aplikasi SIHA 2.1, diskusi kasus, berbagi praktik baik (best practice), hingga penyusunan rencana tindak lanjut untuk meningkatkan mutu pelayanan HIV di masing-masing fasilitas kesehatan.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat kompetensi tenaga kesehatan di Kabupaten Nabire dan Dogiyai sehingga pelayanan HIV semakin profesional, berorientasi pada keselamatan pasien, serta mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Melalui penguatan pelayanan HIV yang berkelanjutan, Papua Tengah diharapkan dapat mempercepat pencapaian target eliminasi AIDS sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, maju, dan sejahtera sesuai arah pembangunan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. (*)













Tinggalkan Balasan