Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Gat Tebay. (FOTO: YUDIT/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika menargetkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 17 kali sepanjang tahun ini.
Hingga saat ini, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 14 kali, dengan tiga kegiatan tersisa yang dijadwalkan pada momentum tertentu.
Program nasional yang diinisiasi Badan Pangan Nasional ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Gat Tebay, menjelaskan bahwa bahan pangan dalam kegiatan GPM dijual berdasarkan harga pembelian dari produsen atau distributor.
Sementara itu, selisih biaya yang diperlukan ditanggung melalui subsidi pemerintah.
Selain menggelar GPM pada hari-hari besar, pihaknya juga mengoperasikan kios pangan keliling yang sewaktu-waktu hadir di sejumlah lokasi keramaian.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Ketahanan Pangan juga berkolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta dinas yang menangani UMKM. Kolaborasi tersebut, antara lain, dilakukan dalam kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus lalu.
Gat mengatakan, jumlah pelaksanaan GPM tahun ini disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan kebijakan efisiensi yang berlaku.
Selain menjaga stabilitas harga, Dinas Ketahanan Pangan Mimika juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi pangan lokal sesuai peraturan dan surat edaran bupati.
Masyarakat diimbau memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tanaman pangan lokal.
Sementara itu, instansi pemerintah diharapkan mulai mengganti camilan dalam kegiatan kedinasan dengan produk berbahan dasar pangan lokal, seperti jagung, ubi, dan keladi.
“Tujuan utama Gerakan Pangan Murah adalah menjaga stabilitas harga pasokan pangan sekaligus meningkatkan keterjangkauan bagi masyarakat. Kami berharap melalui peringatan Hari Pangan Dunia ini, masyarakat lebih menyukai dan mengembangkan pangan lokal menjadi produk unggulan daerah,” jelas Gat.
Pasok Pangan Lokal untuk Program MBG
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika juga telah menjalin kerja sama dengan 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memasok bahan pangan lokal bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Gat, sejumlah sekolah sempat menghentikan kegiatan sementara akibat kabut asap.
Meski demikian, pihaknya siap kembali melayani kebutuhan pasokan apabila kegiatan pembelajaran berjalan normal.
Dinas Ketahanan Pangan juga membuka peluang kerja sama dengan SPPG lainnya untuk memperluas pemanfaatan pangan lokal dalam program MBG.
Gat menambahkan, dampak program terhadap peningkatan produksi pangan lokal belum terlihat secara signifikan karena pelaksanaannya masih relatif singkat.
Selain itu, kondisi minimnya curah hujan dan kabut asap berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman pangan di wilayah Mimika.
“Saat ini sudah ada 10 SPPG yang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan. Kami juga siap membuka peluang bagi SPPG lain yang ingin bekerja sama untuk memasok kebutuhan program MBG ini,” tutupnya. (*)









Tinggalkan Balasan