BUKA KEGIATAN – Anggota Komisi VII DPR RI, Arjuna Sakir, membuka kegiatan kemitraan Direktorat Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif bertema pengembangan desa kreatif di Swiss-Belhotel Timika, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini mendorong pelaku ekonomi kreatif memanfaatkan strategi promosi inovatif untuk memperluas pasar produk lokal. (FOTO: SELVY/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Mimika didorong tidak hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga memperkuat strategi promosi agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Anggota Komisi VII DPR RI, Arjuna Sakir, mengatakan kemampuan mengemas dan mengomunikasikan keunggulan produk menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi persaingan pasar.
Hal itu disampaikan Arjuna saat membuka kegiatan kemitraan Direktorat Periklanan, Deputi Bidang Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI, bertema “Aktif – Native Advertising dalam Rangka Pengembangan Desa Kreatif” di Swiss-Belhotel Timika, Jumat (6/11/2026).
Menurut Arjuna, produk lokal yang berkualitas membutuhkan strategi komunikasi dan promosi yang tepat agar dikenal masyarakat.
Pelaku usaha harus mampu menyampaikan keunikan serta nilai tambah produknya melalui cara yang menarik dan sesuai dengan karakter calon konsumen.
Salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah native advertising, yaitu strategi periklanan yang dikemas menyatu dengan konten sehingga terasa lebih alami dan tidak selalu tampil seperti iklan konvensional.
Melalui pendekatan ini, promosi produk dapat dikembangkan dalam bentuk cerita tentang proses produksi, keunikan produk, budaya lokal, hingga perjalanan para pelaku usaha. Dengan demikian, konsumen tidak hanya mengenal produk yang ditawarkan, tetapi juga memahami nilai dan identitas yang melekat di dalamnya.
Arjuna menilai Mimika memiliki potensi ekonomi kreatif yang beragam, mulai dari kerajinan tangan, kuliner, fesyen, seni budaya, pariwisata, hingga karya kreatif generasi muda.
Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui promosi yang inovatif agar tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas.
Ia berharap peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan membuat konten kreatif, memilih media promosi, menyampaikan pesan pemasaran, serta membangun citra produk secara konsisten.
Pengembangan desa kreatif, menurutnya, tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi.
Kemampuan memasarkan produk melalui strategi komunikasi yang efektif juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi masyarakat.
Melalui penguatan promosi kreatif, produk-produk lokal diharapkan semakin dikenal, memiliki nilai tambah, serta mampu membuka peluang usaha dan pasar baru bagi masyarakat di Mimika.(*)








Tinggalkan Balasan