HUT GKI KE-70 — Bupati Mimika Johannes Rettob bersama para hamba Tuhan mengikuti perayaan HUT ke-70 Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama di Kantor Klasis GKI Mimika, Kabupaten Mimika, Senin (26/10/2026). (FOTO: YUDIT/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Bupati Mimika Johannes Rettob mengajak seluruh jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua untuk menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan tidak memelihara kebencian maupun perselisihan.
Ajakan itu disampaikan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 GKI di Tanah Papua di halaman Kantor Klasis Mimika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (26/10/2026).
Perayaan yang mengusung tema “Bersyukur, Peduli dalam Kasih dan Keadilan, Bersaksi Menghadirkan Damai” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran gereja dalam pelayanan, pembangunan masyarakat, dan pemeliharaan perdamaian di Tanah Papua.
Ibadah syukur itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Mimika, pimpinan gereja, para pendeta, tokoh masyarakat, serta jemaat dari berbagai gereja di lingkungan Klasis Mimika. Perayaan berlangsung dalam suasana sukacita dan kebersamaan, ditandai dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama.
Johannes Rettob mengatakan, perjalanan GKI di Tanah Papua selama tujuh dekade bukan sekadar penanda usia organisasi gereja, melainkan juga cerminan kontribusi nyata dalam kehidupan masyarakat.
Menurut dia, GKI telah mengambil bagian dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pelayanan sosial, kemanusiaan, pembinaan karakter, hingga pembangunan masyarakat di Tanah Papua.
Ia mengingatkan bahwa kerukunan harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati dan kesediaan untuk memaafkan. Perbedaan, kata dia, tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun permusuhan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Jangan pelihara kebencian, jangan terus-menerus memupuk perselisihan. Damai tumbuh ketika kita saling menghormati, saling mengampuni, dan saling memaafkan,” ujar Johannes.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas predikat Mimika sebagai kabupaten harmonis di Indonesia.
Menurut dia, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan memperkuat toleransi di tengah keberagaman.
Selain itu, Johannes menyampaikan bahwa Mimika akan menjadi tuan rumah Konferensi Kota Toleransi Nasional yang direncanakan melibatkan perwakilan dari 548 kabupaten dan kota di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, Gideon Twenty, mengatakan perayaan tersebut terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Mimika, Badan Pekerja Klasis, para donatur, dan partisipasi panitia.
Dalam laporannya, Gideon menyebutkan total dana yang terkumpul untuk mendukung kegiatan tersebut mencapai Rp 219.783.000.
Dana itu bersumber dari bantuan Pemerintah Kabupaten Mimika sebesar Rp 100 juta, dana program Badan Pekerja Klasis Rp 20 juta, sumbangan donatur Rp 38,65 juta, komitmen iman panitia Rp 5,15 juta, serta hasil usaha dana panitia Rp 59,983 juta.
“Perjalanan gereja kita hingga mencapai usia 70 tahun ini bukan karena kekuatan maupun kemampuan kita sendiri, melainkan semata-mata karena pertolongan dan kesetiaan Tuhan,” kata Gideon.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Klasis Mimika Pdt. J. Bonsapia, yang mewakili Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, menyampaikan perkembangan pelayanan gereja. Ia menyebutkan GKI di Tanah Papua memiliki 836.468 warga jemaat yang tersebar di 2.058 jemaat dalam 70 klasis, dengan dukungan 1.158 pendeta.
“GKI di Tanah Papua saat ini berjumlah 836.468 jiwa, tersebar di 2.058 jemaat dan 70 klasis. Pertumbuhan iman harus menjadi kunci utama dari seluruh pelayanan kita,” ujar Bonsapia.
Ia mengajak seluruh warga gereja untuk terus memperkuat iman, meningkatkan solidaritas kemanusiaan, dan menjalankan pelayanan dengan penuh tanggung jawab.
Rangkaian perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua telah dimulai sejak 25 September 2026 melalui lomba paduan suara ant jemaat se-Klasis Mimika.
Kegiatan tersebut kemudian mencapai puncaknya melalui ibadah syukur pada Senin (26/10/2026).
Perayaan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperbarui komitmen seluruh warga jemaat dalam menghadirkan kasih, menegakkan keadilan, serta membangun perdamaian di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat.
Di Mimika, semangat tersebut diharapkan turut memperkuat kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis di tengah keberagaman. (*)









Tinggalkan Balasan