IKUT KONGRES – Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah Deinas Geley bersama Sekretaris Asprov Ananias Pigai menghadiri Kongres Biasa PSSI di Jakarta, Senin (3/8/2026). Sepulang dari kongres, Asprov PSSI Papua Tengah segera mempersiapkan Musyawarah Daerah untuk membentuk kepengurusan definitif. (FOTO:HUMAS PEMPROV PAPUA TENGAH)
NABIRE, timikaexpress.id – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah segera menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk membentuk kepengurusan definitif.
Langkah tersebut dilakukan setelah Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., bersama Sekretaris Asprov Ananias Pigai mengikuti Kongres Biasa PSSI di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Kongres yang dihadiri perwakilan dari 38 Asprov PSSI se-Indonesia itu dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Salah satu keputusan yang dihasilkan adalah pelaksanaan Kongres Luar Biasa PSSI pada 2027 serta percepatan pembentukan kepengurusan definitif di seluruh Asprov yang masih dipimpin pelaksana tugas (Plt).
Deinas Geley mengatakan, kepengurusan Asprov PSSI Papua Tengah masih berstatus Plt sejak 2022.
Karena itu, PSSI memberikan batas waktu hingga Agustus 2026 untuk menyelenggarakan Musda dan memilih ketua definitif.
“Setibanya dari Jakarta, kami langsung mempersiapkan pelaksanaan Musda dengan mengundang seluruh pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI dari delapan kabupaten di Papua Tengah. PSSI Pusat juga dijadwalkan hadir di Nabire untuk membuka Musda secara resmi,” ujar Deinas.
Ia menjelaskan, berdasarkan arahan Ketua Umum PSSI, Surat Keputusan (SK) kepengurusan definitif ditargetkan terbit pada Oktober atau November 2026.
Selama masa transisi, Asprov tetap diminta menjalankan fungsi pembinaan terhadap Askab serta menyelenggarakan kompetisi Liga 4 tingkat provinsi sebagai bagian dari pembinaan prestasi.
Selain mempersiapkan Musda, Asprov PSSI Papua Tengah juga mulai menyusun program pembinaan jangka panjang, termasuk pengembangan Sekolah Sepak Bola (SSB) di setiap daerah.
Menurut Deinas, Papua memiliki potensi besar sebagai penghasil pesepak bola berbakat.
Namun, pembinaan usia dini masih perlu diperkuat melalui sistem yang lebih terstruktur.
“Papua adalah gudangnya pemain sepak bola. Ke depan kami ingin setiap daerah memiliki SSB sehingga bakat anak-anak bisa dibina sejak dini dan dipersiapkan menuju jenjang yang lebih tinggi di bawah pembinaan PSSI,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, dengan dukungan Gubernur Papua Tengah yang menjabat Ketua Asosiasi Kepala Daerah se-Tanah Papua, tengah diwacanakan penyelenggaraan Piala Gubernur yang mempertemukan enam provinsi di Tanah Papua. Sejumlah kota seperti Jayapura, Timika, Wamena, dan Manokwari menjadi alternatif lokasi penyelenggaraan.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pemilihan Ketua Asprov PSSI akan digelar secara serentak pada Oktober hingga November 2026 sesuai ketentuan statuta. Adapun Kongres Pemilihan Ketua Umum dan Pengurus PSSI periode 2027–2031 dijadwalkan berlangsung pada Juli 2027.
Menurut Erick, tahapan tersebut disusun agar PSSI memiliki waktu untuk melakukan konsolidasi antara kepengurusan pusat dan daerah, sekaligus menyesuaikan dengan berakhirnya kompetisi sepak bola nasional yang diperkirakan rampung pada Juni 2027.
“Sesuai statuta, kami telah menyepakati bahwa pemilihan Ketua Asprov PSSI akan dilakukan secara terbuka,” tegas Erick. (*)














Tinggalkan Balasan