TINJAU PEMBANGUNAN — Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley dan sejumlah anggota DPR Papua Tengah meninjau pembangunan tiga tower Rusun ASN, dalam rangka memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target. (FOTO: HUMAS PEMPROV PAPUA TENGAH)
MIMIKA, timikaexpress.id — Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong percepatan pembangunan tiga tower Rumah Susun (Rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pemantauan langsung di lapangan.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley dan sejumlah anggota DPR Papua Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat perkembangan pembangunan Rusun ASN tersebut.
Sidak dilakukan sebagai tindak lanjut pemantauan sebelumnya, sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan kontrak yang telah ditetapkan.
Deinas mengatakan, pemerintah sebelumnya telah meminta pihak pelaksana menambah tenaga kerja. Jika pada pemantauan awal terdapat sekitar 65 pekerja, kini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 210 orang untuk mengerjakan tiga tower.
“Sekarang penambahan tenaga kerja sudah menjadi sekitar 210 orang untuk membangun tiga tower,” ujar Deinas.
Namun, penambahan tenaga kerja tersebut belum sepenuhnya diimbangi ketersediaan material bangunan.
Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat progres pekerjaan.
“Tenaga sudah siap, tetapi barang-barangnya masih kurang. Karena itu, saya sudah tekankan kepada pihak penyedia agar mengusahakan seluruh kebutuhan barang tersedia secara penuh,” katanya.
Deinas menegaskan, sidak bukan bertujuan menakut-nakuti pekerja maupun pelaksana, melainkan memastikan pekerjaan berjalan maksimal dan selesai sesuai kontrak.
“Tujuan kami bukan menakut-nakuti mereka, tetapi memotivasi dan mendorong supaya pekerjaan ini harus selesai sesuai kontrak kerja,” jelasnya.
Pembangunan tiga tower Rusun ASN ditargetkan rampung paling lambat 31 Desember 2026.
Karena itu, pemerintah provinsi akan terus melakukan pemantauan langsung untuk mencegah keterlambatan.
“Kalau kita tidak monitor dan terus mendorong, pekerjaan bisa terbengkalai. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau dan datang langsung melihat perkembangan pekerjaan,” ujarnya.
Selain Rusun ASN, Pemprov Papua Tengah juga akan memantau pembangunan sejumlah fasilitas pemerintahan, yakni Kantor Gubernur Papua Tengah, Kantor DPR Papua Tengah dan Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah.
Deinas mengatakan, pemantauan akan mencakup jumlah tenaga kerja, ketersediaan material dan perkembangan fisik pekerjaan.
Pemerintah sebelumnya juga telah mendorong penambahan tenaga kerja pada proyek-proyek tersebut.
“Besok kami akan turun lagi untuk melihat Kantor DPR, Kantor Gubernur dan Kantor MRP. Kami ingin memastikan pekerjaan berjalan dan terus didorong supaya dapat tuntas,” ungkapnya.
Pemerintah berharap seluruh pihak melaksanakan tanggung jawab masing-masing.
Penyedia diminta memastikan material tersedia, sementara tenaga kerja didorong bekerja maksimal agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu.
Deinas juga berharap pembangunan rampung sesuai target sehingga para pekerja dari luar daerah dapat kembali berkumpul bersama keluarga pada momentum Natal.
“Harapan kami pekerjaan ini bisa selesai sesuai target. Para tukang juga bisa menyelesaikan pekerjaannya dan pada Desember nanti dapat kembali berkumpul bersama keluarga,” tuturnya. (*)








Tinggalkan Balasan