FOTO BERSAMA — Pengurus Kecamatan Yaru bersama pengurus pilar Kampung Romean, Sofyanin dan Adodo berfoto bersama seusai pelantikan di Kabupaten Mimika, Minggu (20/9/2026). (FOTO: SELVY/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — Ikatan Keluarga Kesejahteraan Tanimbar (IKKT) Kabupaten Mimika mendorong masyarakat Tanimbar tidak hanya memperkuat persatuan, tetapi juga mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua IKKT Kabupaten Mimika, Eus Berkasa, S.H., M.H., dalam pelantikan Pengurus Kecamatan Yaru dan pengurus pilar Kampung Romean, Sofyanin serta Adodo di Mimika, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan mengusung tema “Persekutuan yang Bertumbuh dan Berakar dalam Kristus” yang diambil dari Kolose 2:7, dengan sub tema “Membangun Komunikasi yang Jujur dan Saling Membangun Antarpersekutuan.”

Eus mengatakan, masyarakat Tanimbar merupakan salah satu komunitas yang cukup besar di Mimika sehingga memiliki peran dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Menurutnya, warga Tanimbar yang telah hidup dan tumbuh di Mimika perlu mengambil bagian sesuai kapasitas masing-masing, baik di pemerintahan, TNI-Polri, sektor swasta maupun dunia usaha.

“Kita hidup dan tumbuh di sini, maka kita berharap kita juga bisa ikut punya peran serta dalam membangun kabupaten ini,” kata Eus.

Ia menegaskan, kontribusi masyarakat Tanimbar harus tetap dilakukan dengan menghormati keberadaan masyarakat asli Papua, khususnya suku Amungme dan Kamoro.

Masyarakat Tanimbar, lanjutnya, tidak cukup hanya datang dan tinggal di Mimika, tetapi juga perlu memberikan sumbangsih positif bagi kemajuan daerah.

“Tidak semua hal itu hanya akan dikerjakan oleh basudara kita dari dua suku ini. Ada peran-peran lain yang diberikan juga kepada masyarakat atau suku-suku lain. Asal dia ada dan mengabdi di Timika, maka peran itu diberikan,” ujarnya.

Eus juga menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia (SDM) agar masyarakat Tanimbar memiliki kapasitas untuk mengambil bagian dalam pembangunan.

“Harus ada peningkatan SDM. Kita tidak mungkin menyampaikan kepada berbagai pemangku kepentingan untuk memberdayakan kita sementara SDM kita tidak ada,” katanya.

Karena itu, IKKT terus mendorong warga Tanimbar meningkatkan kemampuan melalui berbagai pelatihan dan penyuluhan sesuai bidang masing-masing.

Sementara itu, Ketua Kecamatan Yaru, Jon Sairlela, mengingatkan pengurus yang baru dilantik agar menjadikan penghormatan terhadap adat dan budaya masyarakat setempat sebagai bagian penting dalam menjalankan peran di Mimika.

Menurut Jon, masyarakat Tanimbar harus mampu menghargai adat dan budaya suku Amungme dan Kamoro sebagai bagian dari kehidupan bersama di Kabupaten Mimika.

“Ketika kita hadir di bumi Amungsa dan Kamoro ini, kita harus selalu menghargai adat dan istiadat budaya ini. Jangan sampai ketika kita ada di sini, kita mendominasi lalu mengabaikan masyarakat setempat,” ujarnya.

Ia juga mendorong masyarakat Tanimbar menjalankan tanggung jawab dengan semangat melayani dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Kita bekerja dan melayani dengan hati, jangan karena keadaan terpaksa atau karena ada kepentingan,” katanya.

Jon berharap Pengurus Kecamatan Yaru dan pilar-pilar kampung yang baru dilantik dapat menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi, persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Tanimbar di Mimika.

Hal tersebut sejalan dengan subtema kegiatan yang menekankan pentingnya membangun komunikasi yang jujur dan saling membangun antarpersekutuan.

Eus menambahkan, kekompakan masyarakat menjadi dasar penting dalam menjalankan berbagai program organisasi.

“Yang paling penting adalah anggota kita atau warga kita, masyarakat Tanimbar di Timika ini harus benar-benar sadar bahwa mereka juga adalah pilar penting dari kemajuan organisasi ini,” pungkasnya. (cr-72)