DIRAWAT – Korban YT saat dirawat di RSUD Mimika pada Rabu (6/11/2024) (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Kondisi mengerikan dialami pria berinisial YT (24), yakni seorang security Kantor Karantina Pertanian Timika, Jalan Poros Timika-Mapurujaya, tepatnya di Kilo 8, Distrik Wania, Mimika-Papua Tengah.

YT ditemukan kritis lantaran sebuah pisau tertancap di perut hingga tembus ulu hati pada Rabu (6/11/2024) sekira pukul 04.00 WIT.

Kini YT selaku korban sedang dirawat intensif di RSUD Mimika.

Lantas, kenapa pisau tertancap di perut YT?

Kapolsek Mimika Baru, AKP J. Limbong kepada Timika eXpress di Polsek Mimika Baru, Rabu kemarin mengungkapkan, pihaknya masih mendalami kejadian tersebut.

“Tadi pagi (kemarin-Red) kami dapat laporan kalau masyarakat menemukan seorang laki-laki dengan sebuah pisau tertancap di perut hingga ke ulu hati,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan, AKP J. Limbong menguak bawasannya sebelum kejadian, korban sedang melaksanakan piket bersama saksi S (36).

“Jadi, pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 WIT, saksi S sempat melihat korban sedang teleponan dengan seseorang. Setelahnya, pada Rabu dinihari kemarin sekitar pukul 03.00 WIT, saksi mendengar suara minta tolong. Pada saat saksi keluar, ia melihat korban sudah terkapar disamping kantor dengan pisau tertancap di tubuhnya (korban-Red),” jelasnya.

Kemudian saksi S minta bantuan kepada temannya yang lagi di kantor untuk mengevakuasi korban ke RSUD Mimika.

“Kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap tiga  orang saksi, akan tetapi saksi belum bisa menjelaskan terkait kronologis kejadiannya, sehingga kami masih mencari saksi dan bukti lainnya untuk menguak kejadian ini. Termasuk memastikannya dari korban, yang masih dalam perawatan,” tuturnya.

Menurut AKP J. Limbong, pihaknya belum bisa meminta keterangan dari korban, karena masih dalam perawatan intensif.

Ia menambahkan, di lokasi kejadian tidak ditemukan adanya tanda-tanda mencurigakan, sebab tidak ada barang yang dirusak atau pun hilang.

Termasuk sepeda motor yang diparkir di sekitar TKP.

“Yang pasti, kami masih lakukan penyelidikan untuk menguak kasus tersebut,” tandasnya. (via)