Karel Gwijangge (FOTO: Indri/TimeX)
TIMIKA,TIMIKAEXPRESS.id – Karel Gwijangge, Anggota DPRD Mimika sekaligus keluarga korban mutilasi sangat menyayangkan kelalaian petugas Lapas hingga membuat empat Napi kabur.
“Kalau dengar narapidana kabur dari Lapas, itu lagu lama. Mengapa? karena itu susah sering terjadi dan tidak mungkin mereka melarikan diri tanpa ada keterlibatan oknum,” kata politisi PDIP usai rapat Komisi B di ruang serba guna DPRD, Senin (23/10).
Dirinya merasa kecewa setelah mendengar informasi tersebut. Dan tentunya membuat pihak keluarga tidak menerima sebab ia menilai adanya unsur kelalaian dari pihak Lapas.
“Entah lalai karena fasilitas masih minim atau ada oknum yang bermain,” jelasnya.
Padahal sejak RH ditangkap, kata Karel, pihak keluarga sudah menyerahkan sepenuhnya kepada hukum dan tetap menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) namun hasilnya sangat kecewa.
“Pihak keluarga melihat kasus ini sangat cepat diselesaikan dan adil sehingga kami puas. Tetapi kini pelaku kabur,” ujarnya.
Karel berharap, kepolisian segera mencari dan menangkap ketiga napi yang kabur.
“Kami juga berharap agar keluarga pelaku bisa memberikan informasi kepada polisi bila melihat atau mendengar soal keberadaan pelaku sehingga mereka dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya,” harapnya.
Diberita sebelumnya, empat narapidana (Napi) Lapas Kelas II B Timika kabur dengan cara menggunting kawat lalu memanjat tembok pada Sabtu (21/10) sekitar pukul 19.00 WIT.
Berdasarkan data yang diterima Timika eXpress salah satu pelaku ialah Roy Marthen Howay alias Roy yang merupakan Napi kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap 4 warga Nduga di Timika beberapa waktu lalu.
Roy kabur bersama tiga Napi lainnya yaitu YN alias Yang sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan, ACW Bin Iwak alias Iwak kasus pengeroyokan dan MA alias Martinus yang dipenjara atas kasus pencurian.
Kalapas Kelas II Timika, Marthen Bake Palinoan mengatakan, satu Napi berinisal MA alias Martinus yang telah berhasil ditangkap, namun Roy dan dua Napi lainnya sementara dalam pencarian polisi.
“Mereka kabur bersamaan dengan cara melompat pagar, tapi sebelumnya mereka gunting dulu kawat di samping blok Mambruk setelah itu kabur,” katanya.
Sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan dari mana Roy mendapatkan gunting yang dipakai menggunting kawat. Namun anggota Satreskrim Polres Mimika telah melakukan olah TKP dan akan melanjutkan penyelidikan.
“Kita sering melakukan sweeping setiap barang milik semua Napi, tapi saat ini kita tidak bisa pastikan darimana Roy dapatkan gunting yang dipakai untuk potong kawat itu,” ujarnya. (ela)








Tinggalkan Balasan