Arnoldus Natikapereyau (FOTO: Gren/TimeX)
TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Tiga Pimpinan Distrik (Tripidis) di Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah resmi membentuk tim pemberantasan Minuman Keras Lokal (Milo) jenis sopi di wilayah setempat.

Tim bentukan Bakri Athoriq selaku Kepala Distrik (Kadistrik) Kapolsek AKP Matheus Tanggu Ate, dan Danramil 1710/07 Mapurujaya, ini guna mencegah peredaran milo yang selama ini masuk melalui Pelabuhan Pomako.
Selain itu, mewujudkan serta menciptakan Kamtibmas yang aman dan kondusif, mengingat beberapa waktu belakangan ini banyak terjadi laka lantas, dimana kebanyakan pelakunya dipengaruhi milo.
“Jadi tim gabungan yang kita bentuk semata untuk berantas milo yang sudah sejak lama dikeluhkan,” kata Bakri kepada Timika eXpress di RT 09, Kampung Poumako, Sabtu (7/10).
Dikatakannya, tim bentukan Tripidis Mimika Timur itu melibatkan lima warga dari Kampung Mware, serta lima warga lainnya dari Kampung Kaugapu.
Ia menambahkan, tim gabungan ini akan bekerja secara aktif mulai dari mencari informasi, memantau alur peredaran milo, untuk selanjutnya dilaporkan ke Tripidis guna diambil langkah penanganan dan penegakkan hukum.
Sementara AKP Matheus Tanggu Ate, Kapolsek Mimika Timur memastikan tim gabungan ini akan berperan aktif memberantas peredaran milo di wilayah setempat.
“Tujuan utama berantas milo di Mimika Timur, karena dampaknya sudah sangat meresahkan dan mengganggu Kamtibmas. Ke depan nanti bila ada pelaku pengedar milo ditangkap, maka langsung diproses hukum,” tandasnya.
Perahu Susun Bawa Sopi ke Atuka
Dengan dibentuknya tim gabungan pemberantasan milo mendapat apresiasi dari Arnoldus Natikaperayau, Kepala Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Mimika-Papua Tengah.
Arnoldus menegaskan, sudah saatnya peredaran milo di Kampung Atuka diberangus, sebab kebanyakan didatangkan oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab menggunakan perahu susun.
“Saya minta aparat keamanan, apalagi sudah dibentuk tim gabungan ini harus tegas tertibkan peredaran milo di Atuka”.
Demikian ditegaskan Arnoldus kepada Timika eXpress di RT 01, Kampung Atuka, Senin (9/10).
Menurut dia, belakangan ini banyak perahu susun tidak hanya muat material, tapi juga sopi dalam jumlah banyak dari Poumako ke Atuka.
“Ini dampaknya tidak bagus, karena ada warga yang sebelumnya tidak biasa akhirnya jadi biasa, bahkan ketagihan minum milo. Ini yang kami sempat usulkan ke Polsek Mimika Timur supaya bangun satu Pos Polisi (Pospol) untuk jaga Kamtibmas di Atuka, hanya saja terkendala karena terbatasnya anggota polsi di wilayah tersebut,” ungkapnya.
Disamping itu, Arnoldus pun meminta aparat keamanan intens melakukan penertiban perahu-perahu susun yang sering memuat milo ke Atuka.
“Saya sudah sering tegur warga mabuk di Atuka, tapi sama saja, karena setiap perahu susun masuk Atuka pasti ada bawa milo untuk diperjual belikan. Ini yang kami minta supaya petugas keamanan intens lakukan patroli bahkan sweeping perahu-perahu susun yang muat milo,” tandasnya. (glt)








Tinggalkan Balasan