SOSIALISASI – Perencana Ahli Madya pada Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah II Kementerian PPPA, Etty Sri Nurhayati, saat memberikan materi pada Sosialisasi Forum Anak Kabupaten Mimika di Hotel Kanguru, Rabu (3/6/2026). (FOTO: IST/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendorong Forum Anak menjadi wadah partisipasi yang inklusif dan terbuka bagi seluruh anak tanpa diskriminasi, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil, pesisir, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Hal itu disampaikan Perencana Ahli Madya pada Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah II Kementerian PPPA, Etty Sri Nurhayati, dalam Sosialisasi Forum Anak Kabupaten Mimika yang berlangsung di Hotel Kanguru, Rabu (3/6/2026).

“Forum Anak harus bersifat inklusif. Semua anak berhak berpartisipasi, menyampaikan suara dan pendapatnya, termasuk anak-anak di daerah pelosok, pesisir, wilayah 3T, maupun kelompok yang selama ini terpinggirkan,” ujarnya.

Menurut Etty, Forum Anak dibentuk sebagai ruang partisipasi bagi anak untuk menyampaikan kebutuhan, harapan, dan pandangan mereka sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program maupun kebijakan pemerintah.

Ia menjelaskan, aspirasi anak dapat disampaikan melalui berbagai mekanisme, mulai dari forum diskusi, kotak saran, hingga keterlibatan dalam musyawarah perencanaan pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Etty juga menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap anak yang masih menjadi persoalan serius secara nasional.

Bentuk kekerasan yang paling banyak terjadi meliputi kekerasan fisik dan seksual, bahkan kini mulai ditemukan di lingkungan lembaga penitipan anak.

“Penyebab utamanya banyak berasal dari lingkungan keluarga, seperti tekanan ekonomi yang memicu emosi serta kurangnya pemahaman orang tua tentang pola pengasuhan yang positif dan bebas kekerasan,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Kementerian PPPA terus mendorong penerapan standar perlindungan anak di berbagai lembaga pelayanan, termasuk pengawasan yang lebih ketat di tempat penitipan anak.

Selain itu, edukasi kepada keluarga dan masyarakat terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran terhadap hak-hak anak.

Etty berharap forum anak di Kabupaten Mimika dapat berkembang menjadi ruang yang aman, sehat, dan representatif bagi seluruh anak untuk menyuarakan aspirasi mereka tanpa rasa takut maupun diskriminasi.

“Anak-anak harus diberi kesempatan untuk didengar karena mereka juga bagian penting dalam pembangunan daerah dan masa depan bangsa,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yudith Sanggu
Editor: Maurits SDP