LEPAS PESERTA – Ketua Pengurus YAPIS Cabang Kabupaten Mimika, H. Muhammad Saad Lausiri, didampingi jajaran sekolah, melepas empat siswa SMK Yapis TIK Mimika yang akan mewakili Provinsi Papua Tengah pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional 2026 di Ruang TIK SMK Yapis, Sabtu (25/7/2026). (FOTO: GREN/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – SMK Yapis Jurusan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Mimika melepas empat siswa yang akan mewakili Provinsi Papua Tengah pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional 2026.
Pelepasan berlangsung di Ruang TIK SMK Yapis Mimika, Jalan Megantara, Distrik Mimika Baru, Sabtu (25/7/2026).
Empat siswa tersebut akan berlaga pada tiga bidang lomba, yakni Autonomous Mobile Robotics, Digital Marketing, dan Cloud Computing.
Selain itu, SMK Yapis juga mengirim satu siswa untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Informatika tingkat Provinsi Papua Tengah.
Kepala SMK Yapis TIK Mimika, Muhamad Samsudin, S.Kom., mengatakan keikutsertaan para siswa merupakan hasil seleksi berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kabupaten, provinsi hingga nasional.
“Alhamdulillah, tahun ini SMK Yapis dipercaya mengirim empat siswa pada tiga bidang lomba. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus Papua Tengah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan LKS Nasional menggunakan dua metode. Bidang Digital Marketing dan Cloud Computing dilaksanakan secara daring, sedangkan Autonomous Mobile Robotics digelar secara luring karena membutuhkan penggunaan perangkat khusus.
Menurut Samsudin, ajang tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga membuka peluang bagi peserta memperoleh sertifikat kompetensi dari Kementerian Pendidikan, yang dapat menjadi nilai tambah untuk melanjutkan pendidikan maupun memperoleh beasiswa prestasi.
Selain itu, siswa kelas XI dan XII SMK Yapis juga mengikuti program sertifikasi bahasa Inggris TOEIC yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bekal memasuki dunia kerja, magang, maupun studi ke luar negeri.
Samsudin mengakui pengembangan bidang robotika di sekolah masih menghadapi kendala keterbatasan sarana.
Harga satu paket perangkat Autonomous Mobile Robotics mencapai sekitar Rp130 juta, sehingga selama ini sekolah masih mengandalkan penyewaan alat saat mengikuti kompetisi.
“Harapan kami ke depan, SMK Yapis memiliki perangkat robotika sendiri agar siswa dapat berlatih lebih maksimal,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus YAPIS Cabang Kabupaten Mimika, H. Muhammad Saad Lausiri, S.E., M.Si., berpesan agar para peserta menjaga kesehatan, disiplin, serta nama baik sekolah dan Provinsi Papua Tengah selama mengikuti kompetisi.
“Anak-anak adalah duta Papua Tengah di tingkat nasional. Berikan kemampuan terbaik, terus berinovasi, dan jaga nama baik daerah. Soal juara adalah bonus, yang terpenting sudah berusaha maksimal,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk tetap menjaga ibadah, menaati seluruh ketentuan panitia, dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal meningkatkan kompetensi.
Pada kesempatan itu, pihak sekolah menegaskan bahwa SMK Yapis TIK Mimika terbuka bagi seluruh siswa tanpa membedakan latar belakang agama.
Khusus bagi Orang Asli Papua (OAP), sekolah memberikan pembebasan biaya pendidikan sesuai kebijakan yang berlaku. Saat ini terdapat tiga siswa OAP yang menempuh pendidikan di SMK Yapis TIK Mimika. (via)















Tinggalkan Balasan