PALANG JALAN – Keluarga korban YA melakukan aksi pemalangan di perempatan jalan SP1-SP4, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kamis (3/10/2024). (FOTO:GREN/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Seorang pria dewasa berinisial YA (41) ditemukan meregang nyawa di dekat Masjid Al-Muhajirin, Jalur 2, SP1, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Mimika-Papua Tengah pada Kamis (3/10/2024) sekitar pukul 05.00 WIT.

Korban diduga mengalami tindakan penganiayaan hingga meninggal dunia.

Dugaan kuat ini lantaran adanya luka di pelipis, putus salah satu jari tangan dan bekas goresan pada leher korban.

Buntut penyebab kematian YA yang masih misterius itu sontak memantik amarah piahak keluarga dan masyarakatnya (korban-Red).

Masyarakat dan keluarga korban pun melakukan aksi pemalangan jalan menggunakan beberapa barang kayu dan embakar ban bekas, tepat di perempatan SP1-SP4.

Aksi spontan itu mulai pukul 06.00 WIT.

Dalam aksinya itu, pihak keluarga meminta kepolisian setempat segera mengusut dan mencari pelaku penyebab utama meninggalnya YA.

Tidak hanya itu, warga pun sempat melakkan aksi pelemparan batu lantaran tidak puas akan kemarian YA, sehingga aparat keamanan terpaksa menembakan gas air mata untuk menyudahi aksi masyarakat.

Yance Bokeyau, mewakili keluarga korban, kepada Timika eXpress di RSUD Mimika, Kamis kemarin meminta pihak kepolisian segera mengungkap motif meninggalnya YA.

“Polisi tolong ungkap siapa pelakunya dan apa motifnya, karena YA ini meninggal misterius,” tegasnya.

Kata Yance, sebelum meninggal dunia, YA diketahui sering mengkonsumsi miras.

“Memang, dia (YA) ini sering mabuk-mabukan, sehingga dugaan kami dia dibunuh, sehingga kami minta pihak kepolisian mengungkapnya,” harap Yance.

Menjawab itu, Kapolsek Mimika Baru, AKP J. Limbong, SH, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna menguak motif atau penyebab meninggalnya YA.

“Kami terima informasi tadi pagi sekitar pukul 05.00 WIT bahwa YA ditemukan tergeletak dan sudah tidak bernyawa di tengah jalan di Kelurahan Kamoro Jaya, SP1,” ungkapnya.

Pihak kepolisian setempat pun langsung mendatangi lokasi kejadian, dan selanjutnya mengevakuasi jazad YA ke RSUD Mimika untuk divisum.

“Memang masyarakat dan keluarga korban lakukan aksi pemalangan karena tidak puas dengan meninggalnya YA, tapi dari pendekatan persuasif yang dilakukan pihak kepolisian, akhirnya pihak keluarga pun membuka palang sekitar pukul 08.45 WIT,” tuturnya.

Aktivitas dan lalu lintas kendaraan yang sebelumnya macet dan tertahan akhirnya kembali terurai.

“Kami masih lakukan penyelidikan dan penyidikan, dan memang tidak mudah katakan YA dibunuh sebagaimana pendapat keluarga korban. Kami akan minta keterangan saksi dan lengkapi bukti petunjuk yang mengarah ke pelaku,” paparnya.

Menurut AKP J. Limbong, pihaknya telah membentuk tim khusus guna mengungkap motif meninggalnya YA.

“Kami sudah bentuk tim bersama Satlantas dan akan bekerja maksimal mengungkap kematian YA. Karena ada luka di tangan dan jari korban. Selain itu, di TKP juga didapati bekas pecahan kaca, namun kita masih teliti, meski sudah dilakukan olah TKP,” pungkasnya.

Adapun jenazah YA setelah dipulasara di Kamar Jenazah RSUD Mimika, selanjutnya dibawa dan disemayamkan di rumah duka Jalur 4, SP4, Kelurahan Wonosari Jaya.

Adapun, hingga berita ini diturunkan, personel Polres Mimika terlihat masih berjaga-jaga di eks lokasi pemalangan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. (glt)