Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika Inosensius Yoga Pribadi (FOTO:YUDITH/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai mematangkan perencanaan pembangunan Alun-Alun Kota Timika yang sebelumnya dikenal dengan rencana Bundaran Poncol.

Proses perencanaan ditargetkan berlangsung selama tiga bulan dengan mengusung konsep harmoni dan smart city serta mengakomodasi budaya dan kearifan lokal Mimika.

Seminar pendahuluan perencanaan pembangunan alun-alun digelar pada awal September 2026 dengan melibatkan dinas terkait, tim konsultan perencana, ahli desain alun-alun kota serta berbagai unsur pemangku kepentingan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengatakan alun-alun tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 16 hektare (400 x 400 meter persegi) dan dirancang sebagai ruang publik sekaligus pusat aktivitas masyarakat.

“Hari ini kegiatan seminar pendahuluan untuk perencanaan Alun-Alun Kota Timika, luas lahan 16 hektare. Walaupun disebut Bundaran Poncol, sebenarnya ini adalah alun-alun Kota Timika. Konsultan melibatkan ahli desain alun-alun kota, unsur budaya dan kearifan lokal wajib masuk ke dalam desain ini,” kata Yoga.

Menurut dia, fasilitas yang direncanakan antara lain kawasan kuliner, jalur lari atau jogging track, ruang olahraga, serta ruang hiburan terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Fungsinya akan menjadi pusat aktivitas masyarakat. Ada kuliner, jogging track, olahraga dan ruang hiburan positif,” ujarnya.

Yoga menegaskan rancangan alun-alun tidak boleh berhenti pada konsep, tetapi harus mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan.

Karena itu, pada tahapan berikutnya akan dilakukan berbagai kajian, termasuk uji jenis dan kekuatan tanah, analisis lalu lintas kendaraan maupun pejalan kaki, serta ketersediaan material dan kebutuhan biaya.

“Jangan sampai cuma sebatas konsep, harus bisa diaplikasikan. Perlu diperhitungkan sondir, jenis tanah, analisis lalu lintas kendaraan maupun pejalan kaki, serta kebutuhan material seperti monumen yang mungkin menggunakan bahan tembaga atau perunggu,” jelasnya.

Setelah seminar pendahuluan, proses perencanaan akan dilanjutkan dengan seminar antara untuk menyelaraskan rancangan dengan kondisi riil di lapangan, sebelum memasuki seminar akhir.

Yoga menjelaskan, anggaran pembangunan belum ditetapkan secara rinci karena masih menunggu hasil perencanaan.

Pembangunan nantinya akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

“Masa perencanaan tiga bulan sejak Juni. Belum bicara anggaran pembangunan. Setelah perencanaan selesai dan masuk seminar akhir, baru kita harapkan ketersediaan anggaran untuk mulai dibangun tahun berikutnya, secara bertahap sesuai kemampuan dana,” sambungnya.

Pemkab Mimika berharap proses perencanaan tersebut menghasilkan desain alun-alun yang fungsional, representatif dan mencerminkan identitas budaya Mimika, sekaligus menjadi ruang terbuka publik yang nyaman bagi masyarakat Kota Timika. (*)

Penulis: Yudith Sanggu
Editor: Maurits SDP