FOTO BERSAMA — Kepala Kantor SAR Mimika I Wayan Suyatna (kanan), Plt. Kepala BPBD Mimika Agustina Rahadad (kiri), bersama peserta pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana usai penutupan kegiatan di Kantor SAR Mimika, akhir Agustus 2026. (FOTO: YUDIT/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Kantor SAR Mimika bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika resmi menutup pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang berlangsung selama dua hari pada akhir Agustus 2026.

Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan yang digelar di lingkungan Kantor SAR Mimika tersebut.

Peserta terdiri dari personel BPBD, tim SAR, tenaga keamanan (security), relawan kemanusiaan Mimika, serta siswa sekolah menengah atas yang sedang menjalani masa magang di Kantor SAR Mimika.

Selama pelatihan, peserta dibekali materi dasar Medical First Responder (MFR) atau pertolongan medis awal dan High Angle Rescue (HAR) atau penyelamatan di ketinggian.

Materi HAR mencakup teknik rappelling hingga prosedur evakuasi korban di lokasi sulit dan berketinggian.

Pelatihan ini ditujukan untuk membangun kemampuan dasar peserta agar mampu menyelamatkan diri sebelum memberikan pertolongan kepada orang lain.

Kepala Kantor SAR Mimika, I Wayan Suyatna, mengatakan pelatihan tersebut merupakan tahap awal sebelum peserta mengikuti pendidikan dan pelatihan tingkat lanjut.

“Kami melatih sebanyak 50 orang, terutama di bidang keselamatan untuk pertolongan awal Medical First Responder, kemudian dilanjutkan materi High Angle Rescue. HAR dilaksanakan di Kantor SAR Mimika, melatih dasar dulu, rappelling, lalu evakuasi bila terjadi kecelakaan di ketinggian,” katanya.

Menurut Suyatna, peserta berasal dari berbagai latar belakang, yakni siswa magang, tenaga security, 25 personel BPBD, serta relawan kemanusiaan yang peduli terhadap tugas kemanusiaan di Mimika.

Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti pelatihan lanjutan akan diseleksi berdasarkan keseriusan dan kemampuan yang ditunjukkan selama pelatihan.

“Peserta dibekali ilmu dasar dulu, selanjutnya akan diseleksi untuk diklat jenjang selanjutnya. Yang jelas sekarang bagaimana menyelamatkan dirinya dulu, yakin diri, baru menyelamatkan orang lain,” ujarnya.

Jika dukungan anggaran tersedia, Kantor SAR Mimika menargetkan maksimal 25 peserta dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan tingkat lanjut.

“Semua diberi kesempatan dulu, agar terlihat siapa yang benar-benar serius. Yang tidak konsen akan diseleksi saja agar tidak sia-sia ilmunya,” tambahnya.

Pelatihan tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai situasi darurat, sekaligus meningkatkan jumlah tenaga terlatih yang siap memberikan pertolongan ketika terjadi bencana atau kecelakaan.

Kantor SAR Mimika dan BPBD berharap dukungan anggaran serta komitmen peserta dapat terus terjaga sehingga pelatihan lanjutan dapat dilaksanakan pada tahun depan. (*)

Penulis: Yudith Sanggu
Editor: Maurits SDP