PELAYANAN KESEHATAN — Petugas kesehatan melakukan pelayanan dan pemeriksaan terhadap warga di Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya, dalam merespons laporan meningkatnya keluhan penyakit kulit, September 2026. (FOTO: IST/TIMEX)

NABIRE, timikaexpress.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah bergerak cepat merespons laporan meningkatnya kasus penyakit kulit di Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya.

Tim pelayanan kesehatan diterjunkan dan dukungan obat-obatan disiapkan untuk mempercepat penanganan warga.

Langkah tersebut dilakukan bersama Dinkes Kabupaten Puncak Jaya dan Puskesmas Mewoluk melalui pelayanan langsung ke masyarakat, termasuk skrining, pemeriksaan dan penanganan medis sedini mungkin.

Berdasarkan laporan dari lapangan, sejumlah kasus yang diduga skabies dilaporkan mengalami komplikasi menjadi pioderma atau infeksi kulit sekunder.

Kondisi tersebut juga dilaporkan telah banyak ditangani di RS Mulia dalam beberapa bulan terakhir.

Sebagai respons awal, Dinkes Kabupaten Puncak Jaya bersama Puskesmas Mewoluk membentuk tim pelayanan kesehatan yang akan turun langsung ke masyarakat.

Pasien yang ditemukan mengalami kondisi memburuk atau menunjukkan komplikasi akan dirujuk ke RS Mulia untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dinkes Papua Tengah juga menindaklanjuti permohonan dukungan logistik obat dari wilayah tersebut.

Tim Farmasi Dinkes Provinsi berkoordinasi dengan Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Puncak Jaya untuk memastikan kebutuhan obat segera dipenuhi.

“Salah satu obat yang disiapkan adalah salep Permetrin yang digunakan dalam pengobatan skabies, bersama sejumlah obat pendukung lainnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Agus, Rabu (2/9/2026).

Logistik tersebut telah disiapkan di tingkat provinsi. Namun, pengiriman sempat terkendala pembatalan penerbangan menuju Puncak Jaya pada Rabu (2/9/2026).

Pihak ekspedisi kemudian mengambil logistik tersebut untuk diamankan di kargo dan dijadwalkan dikirim melalui penerbangan pertama pada Kamis (3/9/2026).

Sebelumnya, masyarakat dari delapan kampung di Distrik Mewoluk bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala kampung, tokoh pemuda dan tokoh intelektual menyampaikan permohonan pelayanan kesehatan darurat kepada RSUD Mulia, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Mewoluk.

Dalam surat tertanggal 1 September 2026 tersebut, masyarakat melaporkan adanya warga dengan kelainan atau luka pada kulit di sejumlah bagian tubuh, seperti kaki, tangan dan kepala.

“Mereka meminta pelayanan kesehatan dilakukan secara aktif, rutin dan mudah dijangkau masyarakat,” terangnya.

Masyarakat juga berharap RSUD Mulia dan Dinas Kesehatan memperkuat koordinasi dengan Puskesmas Mewoluk, termasuk memastikan warga yang membutuhkan dapat memperoleh pemeriksaan, pengobatan, perawatan maupun rujukan.

Respons Dinkes Papua Tengah bersama Dinkes Puncak Jaya diharapkan dapat mempercepat penanganan kasus di Distrik Mewoluk, mencegah kondisi pasien semakin berat, serta memastikan ketersediaan obat dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut. (vis)