JUARA – Carolina Katty Djabutafuan dan Ave Reinha Rosari Dumatubun berpose usai dinobatkan sebagai Puteri Anak Papua Tengah 2026 dan Puteri Remaja Papua Tengah 2026 pada Grand Final Pemilihan Puteri Anak dan Remaja Papua Tengah di Café Cartensz, Timika, Rabu (29/7/2026)
MIMIKA, timikaexpress.id – Carolina Katty Djabutafuan dan Ave Reinha Rosari Dumatubun berhasil keluar sebagai pemenang dalam Grand Final Pemilihan Puteri Anak dan Remaja Papua Tengah 2026 yang digelar di Café Carstensz, Jalan Cenderawasih, Timika, Rabu (29/7/2026).
Keduanya terpilih setelah bersaing bersama sembilan finalis yang mengikuti seluruh rangkaian penilaian, mulai dari deep interview bersama dewan juri, unjuk bakat, penilaian kepribadian, kemampuan komunikasi, hingga parade grand final.
Carolina Katty, siswi kelas I SMP Negeri 11 Mimika, dinobatkan sebagai Puteri Anak Papua Tengah 2026. Sementara Ave Reinha Rosari Dumatubun, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Mimika yang mewakili Tifa Creative, berhasil meraih gelar Puteri Remaja Papua Tengah 2026.
Atas prestasi tersebut, keduanya akan mewakili Provinsi Papua Tengah pada ajang Puteri Anak dan Remaja Indonesia 2026 di tingkat nasional.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas Saka Syarif, Icon Indonesia Trend Fashion (ITFW) 2026, Yokbet Merauje, Puteri Indonesia Papua 2025, dan Roy Suebu, konten kreator asal Papua.
Usai menerima mahkota, Carolina mengaku bangga dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Saya sangat bangga dan bersyukur terpilih sebagai Puteri Anak Papua Tengah 2026. Ini merupakan hasil dari latihan dan persiapan yang saya lakukan selama ini,” ujarnya.
Menurut Carolina, keikutsertaannya dalam ajang tersebut didorong oleh keinginan untuk mengembangkan potensi diri sebagai model sekaligus membanggakan keluarga.
“Yang terpenting, saya ingin menjadi remaja yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan dapat menginspirasi anak-anak Papua untuk terus berprestasi,” katanya.
Hal senada disampaikan Ave Reinha. Ia mengucapkan terima kasih kepada orang tua, panitia, dan semua pihak yang telah mendukungnya hingga berhasil meraih gelar Puteri Remaja Papua Tengah 2026.
“Ini menjadi langkah awal bagi saya untuk mengasah mental dan mengembangkan potensi diri,” ujarnya.
Ave mengaku salah satu tantangan yang dihadapi selama mengikuti kompetisi adalah membiasakan diri mengenakan sepatu hak tinggi.
“Saya rutin berlatih berjalan menggunakan high heels di rumah. Seiring waktu saya mulai terbiasa dan akhirnya merasa nyaman mengenakannya,” tuturnya.
Ketua Penyelenggara Pemilihan Puteri Anak dan Remaja Papua Tengah 2026, Fransiska Magal, mengatakan ajang tersebut mendapat dukungan dari PT Mpaigela, PT Adventure Carstensz, dan Yayasan Somatua.
Ia menjelaskan, proses seleksi diawali dengan pendaftaran terbuka, dilanjutkan karantina selama tiga hari, hingga malam grand final.
Dari 11 peserta yang mendaftar, sembilan finalis mengikuti tahapan akhir setelah dua peserta berhalangan hadir.
“Seluruh finalis telah mengikuti pembinaan dan penilaian secara menyeluruh. Kami berharap para pemenang dapat menjadi duta yang membanggakan Papua Tengah di tingkat nasional,” ujarnya.
Fransiska menambahkan, Carolina dan Ave akan menjalani pembinaan intensif selama tiga bulan sebelum bertolak ke Jakarta untuk mengikuti ajang nasional.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Mimika dapat memberikan dukungan sehingga kedua wakil Papua Tengah mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah.
“Kami optimistis Carolina dan Ave mampu membawa nama baik Papua Tengah di tingkat nasional. Dukungan dari pemerintah daerah akan menjadi motivasi besar bagi mereka untuk memberikan hasil terbaik,” pungkasnya.














Tinggalkan Balasan