Kepala SD Sentra Pendidikan, Syamsiah Muksin. (FOTO:YUDITH/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – SD Sentra Pendidikan Kabupaten Mimika menerima 50 peserta didik baru pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Pada penerimaan tahun ini, sekolah memprioritaskan anak-anak dari dua suku utama, yakni Amungme dan Kamoro, melalui sistem pendidikan berasrama.
Jumlah tersebut masih berada di bawah target yang ditetapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, yakni 64 siswa melalui jalur afirmasi, mutasi, dan zonasi.
Kepala SD Sentra Pendidikan, Syamsiah Muksin, mengatakan pihak sekolah terus berupaya memenuhi kuota penerimaan, khususnya bagi calon siswa dari suku Kamoro yang bermukim di wilayah pesisir.
Menurutnya, sekolah menerapkan strategi jemput bola dengan menjalin kerja sama bersama SD Fakafuku, SD Pomako, dan SD Pigapu untuk menjaring calon peserta didik yang siap mengikuti pendidikan berasrama.
“Jumlah siswa baru yang kami terima saat ini masih 50 orang, sementara target dari Dinas Pendidikan sebanyak 64 siswa. Kami memprioritaskan anak-anak dari suku Amungme dan Kamoro. Khusus calon siswa Kamoro di wilayah pesisir, kami melakukan jemput bola melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah di pesisir agar mereka dapat menyiapkan anak-anak yang siap mengikuti pendidikan berasrama,” ujar Syamsiah.
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut dilakukan karena sebagian besar calon siswa dari wilayah pesisir masih berusia 6–7 tahun, sehingga memerlukan kesiapan mental dan dukungan keluarga untuk tinggal jauh dari orang tua.
Selain memberikan layanan pendidikan, SD Sentra Pendidikan juga menyediakan berbagai fasilitas secara gratis bagi seluruh peserta didik. Fasilitas tersebut meliputi perlengkapan sekolah, seragam, sepatu, kebutuhan makan dan minum, hingga tempat tinggal di asrama.
Menurut Syamsiah, seluruh fasilitas itu didukung melalui anggaran Dinas Pendidikan, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan Bantuan Operasional Daerah (BOPDA).
“Semua fasilitas diberikan secara gratis agar anak-anak dapat mengikuti pendidikan tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga,” katanya.
Saat ini, data jumlah peserta didik masih dalam proses pemutakhiran melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Tahun sebelumnya, SD Sentra Pendidikan memiliki sekitar 205 siswa.
Setelah 21 siswa kelas VI lulus dan menerima 50 peserta didik baru, jumlah siswa diperkirakan mencapai sekitar 180 orang.
Dari sisi tenaga pendidik, kebutuhan guru secara umum telah terpenuhi. Namun, sekolah masih membutuhkan guru Pendidikan Agama Katolik untuk melengkapi layanan pembelajaran.
Syamsiah berharap kerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayah pesisir terus diperkuat sehingga target penerimaan siswa baru dapat terpenuhi.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Amungme dan Kamoro melalui sistem pendidikan berasrama yang diterapkan SD Sentra Pendidikan. (*)













Tinggalkan Balasan