Plt Kepala BNNK Mimika, Ruslan Awumbas (FOTO:YUDITH/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika mengungkap tren penyalahgunaan narkotika di wilayahnya sepanjang 2026 semakin mengkhawatirkan.
Korban didominasi pelajar tingkat SMP dan SMA dengan jenis yang paling banyak disalahgunakan berupa rokok sintetis dan cairan vape yang mengandung zat narkotika.
Plt Kepala BNNK Mimika, Ruslan Awumbas, mengatakan hingga saat ini pihaknya menangani sekitar 16 orang penyalahguna narkotika.
Tiga di antaranya merupakan pelajar yang telah menjalani rehabilitasi selama tiga bulan di Makassar dan kini kembali bersekolah.
Menurut Ruslan, peredaran narkoba sintetis semakin sulit diungkap karena transaksi dilakukan melalui media sosial, terutama Instagram.
Modus pengiriman juga dilakukan secara terpisah melalui jasa ekspedisi sehingga menyulitkan proses pelacakan aparat.
“Kami juga masih menghadapi keterbatasan alat pendeteksi narkoba di Bandara Mozes Kilangin, sehingga pengawasan terhadap peredaran narkotika perlu terus diperkuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi keluarga yang tidak harmonis, masalah pribadi, hingga pergaulan di lingkungan yang berisiko.
Karena itu, BNNK Mimika mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika segera membangun pusat rehabilitasi rawat inap agar proses pemulihan korban penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan di daerah tanpa harus dirujuk ke luar Papua dengan biaya yang besar.
Selain penindakan, BNNK terus memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi di sekolah, pemberdayaan masyarakat, serta edukasi kepada orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak.
Ruslan mengingatkan, rokok sintetis maupun cairan vape yang telah dicampur zat narkotika dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, terutama bagi remaja.
“Rokok sintetis yang dikonsumsi terus-menerus dapat merusak saraf otak secara permanen. Begitu juga cairan vape beraroma buah yang banyak mengandung zat narkotika. Orang tua harus waspada apabila anak mulai sering mengurung diri di kamar atau menunjukkan perubahan perilaku yang tidak biasa,” katanya.
BNNK Mimika menilai penyelamatan generasi muda dari ancaman narkotika membutuhkan sinergi pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Pembangunan pusat rehabilitasi di Mimika dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat penanganan sekaligus memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. (*)














Tinggalkan Balasan